Tangkal DBD Saat Musim Pancaroba, LPM Kuta Gencarkan Fogging

0
389
Kuta
Proses fogging di wilayah Lingkungan Anyar Kuta. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Menghadapi musim pancaroba yang rawan penyebaran penyakit, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kuta menggencarkan upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) melalui program fogging yang dimulai sejak awal Juni 2025. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan hasil sinergi antara LPM dan Kelurahan Kuta yang menyasar 13 lingkungan di wilayah tersebut.

Ketua LPM Kuta, Putu Adnyana menjelaskan bahwa pelaksanaan fogging dimulai pada 5 Juni 2025, dengan durasi selama sebulan penuh. Ia menyampaikan bahwa program ini sempat direncanakan pada bulan Maret, namun terkendala teknis sehingga baru bisa direalisasikan pada Juni. “Kegiatan ini menjadi langkah preventif kami terhadap potensi lonjakan kasus DBD, terutama di masa transisi musim,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Senin (9/6).

Baca Juga:   Perayaan HUT Ke-8 Dewata Rockers MG Berlangsung Meriah

Proses fogging dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari lingkungan terpadat seperti Banjar Anyar dan Banjar Segara. Nantinya, kegiatan akan berlanjut hingga ke Lingkungan Abianbase, wilayah perbatasan antara Kuta dan Denpasar.

Meskipun kasus DBD di Kuta masih tergolong rendah, yakni sekitar 10 kasus, kewaspadaan tetap dijaga. Adnyana menekankan bahwa tingginya mobilitas warga dan wisatawan di Kuta menjadi salah satu alasan pentingnya tindakan pencegahan berkelanjutan. “Penularan DBD bisa terjadi bukan hanya di tempat tinggal, tapi juga di tempat kerja atau lingkungan lain yang sering dikunjungi,” ujarnya.

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Lantik 105 Pejabat Pemkab Badung

Selain fogging, edukasi kepada masyarakat terkait kebersihan lingkungan dan pentingnya gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) terus digalakkan. Menurutnya, kolaborasi antara penyemprotan dan edukasi terbukti efektif menekan angka kasus. “Kesadaran masyarakat juga meningkat, ini yang sangat kami apresiasi,” tambahnya.

Lurah Kuta, I Putu Dedik Adi Ardiana turut menegaskan dukungan Kelurahan terhadap inisiatif ini. Ia menyebut bahwa kegiatan fogging menjadi salah satu program tahunan dalam menjaga lingkungan tetap sehat dan nyaman. “Kami terus mendukung berbagai program LPM, terutama yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat dan pemberdayaan warga,” tuturnya.

Baca Juga:   Ada Rumah Sakit Baru di Kuta

Ia juga mengingatkan, fogging hanyalah salah satu dari serangkaian upaya pencegahan. Masyarakat diimbau tetap menjalankan gerakan 3M Plus secara rutin, termasuk mendaur ulang barang bekas dan menjaga sanitasi rumah. “Edukasi akan terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada fogging, tapi juga turut aktif menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Pelaksanaan fogging sendiri dilakukan dari pukul 05.30 hingga 09.30 WITA setiap harinya, dengan pengawasan dari tim LPM dan aparat lingkungan setempat. Warga diimbau untuk menjaga hewan peliharaan agar tidak terpapar asap serta menutup makanan agar tetap aman. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini