Mangupura, balibercerita.com –
Setra Desa Adat Kuta kini dilengkapi dengan fasilitas pengabenan semacam krematorium. Namun, konsep yang diterapkan bukanlah murni mengadaptasi krematorium yang semua prosesi pengabenan seutuhnya dilakukan di sana.
Desa Adat Kuta melakukan modifikasi dengan tetap mempertahankan adat dan tradisi masyarakat Hindu di Bali. Keberadaan krematorium tersebut dilakukan untuk meringankan beban krama yang mengalami kelayusekaran (kedukaan), baik dari segi prosesi maupun ekonomi.
Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista menerangkan, setengah prosesi pengabenan tetap dilaksanakan seperti semula dan setengah prosesi dimodifikasi melalui krematorium. “Jadi untuk prosesi mabersih itu di rumah masing-masing, untuk proses pembakaran kita terapkan krematorium,” ucapnya.
Penerapan sistem tersebut dilakukan semata-mata untuk mempermudah dan meringankan beban warga. Kelengkapan upakara prosesi ngaben juga difasilitasi BUPDA, yang memberdayakan serati banten desa adat. Selain krematorium, Setra Adat Kuta kini juga dilengkapi dengan bale pesayuban, bale banten, pemiosan dan sebagainya. (BC5)














