Cegah Hama, Pekaseh di Badung Usulkan Ngaben Tikus

0
228
Ngaben tikus
Rapat Pleno Pekaseh dan Kelian Subak Abian se-Badung yang dilaksanakan di Wantilan Jaba Pura Dalem Sedang, Abiansemal, Selasa (19/8). (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Rapat Pleno Pekaseh dan Kelian Subak Abian se-Badung dilaksanakan di wantilan jaba Pura Dalem Sedang, Abiansemal, Selasa (19/8). Ratusan pekaseh dan kelian subak abian mengikuti acara yang dihadiri Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa tersebut.

Dalam rapat pleno, aspirasi para pekaseh dan kelian subak abian se-Badung disampaikan oleh Ketua Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, Agus Gede Widita. Ada beberapa hal penting yang menjadi aspirasi seperti keberadaan hama terutama tikus di persawahan saat ini dinilai yang masih merajalela dan merugikan petani.

Baca Juga:   Mangrove Benoa Mati Mendadak, Pertamina Patra Niaga Pastikan Tak Ada Kebocoran BBM di Sekitar Tol Bali Mandara

Untuk itu, bupati diminta memfasilitasi untuk melaksanakan upacara ngaben tikus seperti yang pernah dilaksanakan sebelumnya. “Ngaben tikus dilaksanakan 10 tahun sekali dan terakhir pernah dilaksanakan saat Bapak Bupati Badung, Adi Arnawa masih menjabat Kadis Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung waktu itu. Untuk itu, Pemkab Badung agar kembali menggelar upacara serupa,” kata Agus Gede Widita.

Selain itu, petani mengharapkan bantuan mesin pemotong rumput. “Kami juga mohon bantuan Bapak Bupati berupa mesin pemotong rumput minimal 2 unit untuk masing-masing Subak,” tambahnya.

Baca Juga:   Tiga Desa Wisata di Bali Raih ADWI 2021

Setelah menyampaikan aspirasi tersebut, naskah aspirasi pekaseh dan kelian subak abian se-Badung diserahkan kepada Bupati Badung. Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Adi Arnawa sangat mengapresiasi kerja keras dari para pekaseh dan kelian subak abian yang selalu aktif dalam menjaga kelestarian subak dan subak abian serta menjaga laju alih fungsi lahan.

Tentunya aspirasi yang disampaikan akan diakomodir yang nantinya dapat dikaji dan diimplementasikan dalam bentuk program kegiatan di bidang pertanian dalam arti luas. Khusus mengenai ngaben tikus, Adi Arnawa sangat setuju dan segera memerintahkan Kadis Kebudayaan agar dapat dilaksanakan di tahun 2026 nanti, termasuk mesin pemotong rumput pasti akan dibantu.

Baca Juga:   Pangdam Udayana Soroti Ancaman Pinjaman dan Judi Online di Kalangan Prajurit

Adi Arnawa juga menegaskan bahwa dalam upaya memastikan pascapanen baik itu harga komoditi maupun pemasaran, Pemkab Badung akan membentuk perseroan daerah (perseroda). Pembentukan lembaga ini telah tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung tahun 2025-2029. “Dengan terbentuknya perseroda ini akan memastikan bahwa hasil pertanian dapat diserap dan dijual dengan harga yang pasti,” jelasnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini