Setra Dilengkapi Krematorium, Desa Adat Kuta Tetap Pertahankan Tradisi

0
360
Krematorium
Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista. (BC5)

Mangupura, balibercerita.com – 

Setra Desa Adat Kuta kini dilengkapi dengan fasilitas pengabenan semacam krematorium. Namun, konsep yang diterapkan bukanlah murni mengadaptasi krematorium yang semua prosesi pengabenan seutuhnya dilakukan di sana. 

Desa Adat Kuta melakukan modifikasi dengan tetap mempertahankan adat dan tradisi masyarakat Hindu di Bali. Keberadaan krematorium tersebut dilakukan untuk meringankan beban krama yang mengalami kelayusekaran (kedukaan), baik dari segi prosesi maupun ekonomi.

Baca Juga:   Janger Galuci Tegalsuci Suguhkan Nuansa Lampau dalam Perayaan HUT Gianyar ke-255

Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista menerangkan, setengah prosesi pengabenan tetap dilaksanakan seperti semula dan setengah prosesi dimodifikasi melalui krematorium. “Jadi untuk prosesi mabersih itu di rumah masing-masing, untuk proses pembakaran kita terapkan krematorium,” ucapnya.

Baca Juga:   Cegah Hama, Pekaseh di Badung Usulkan Ngaben Tikus

Penerapan sistem tersebut dilakukan semata-mata untuk mempermudah dan meringankan beban warga. Kelengkapan upakara prosesi ngaben juga difasilitasi BUPDA, yang memberdayakan serati banten desa adat. Selain krematorium, Setra Adat Kuta kini juga dilengkapi dengan bale pesayuban, bale banten, pemiosan dan sebagainya. (BC5)

Baca Juga:   Catus Pata Jadi Pusat Tawur Agung dan Pawai Ogoh-ogoh Jelang Nyepi di Jimbaran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini