balibercerita.com –
RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah mengabadikan nama direktur pertamanya, dr. AA Made Djelantik sebagai nama aula di gedung poliklinik lantai lima. Peresmian yang berlangsung pada Kamis (30/7) itu sekaligus menjadi penanda dimulainya revitalisasi Bali Medical Tourism.
Penamaan aula tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dr. AA Made Djelantik, sosok bangsawan asal Karangasem yang memimpin RSUP Sanglah (kini RSUP Prof. Ngoerah). Anggota DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan manajemen rumah sakit setelah penantian lebih dari dua dekade.
“Kami sangat berterima kasih. Setelah menanti lebih dari 20 tahun, akhirnya aula beranggaran APBN ini resmi dinamai Aula dr. AA Made Djelantik. Ini menjadi simbol penguatan RS Prof. Ngoerah menuju pelayanan kesehatan internasional,” ujar AWK.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Ngoerah, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma menegaskan bahwa rekam jejak dr. AA Made Djelantik tak diragukan lagi di dunia kesehatan Bali. “Ketokohan beliau tentu sudah luar biasa di Bali, terutama di RS Prof. Ngoerah sendiri. Jadi kami tidak ragu lagi untuk menyematkan nama beliau. Saat ini memang baru di aula, tetapi kami yakin ke depan seiring adanya proyek pembangunan gedung-gedung baru, penamaan gedung juga akan menggunakan nama beliau. Dengan begitu akan mudah diingat dan menjadi kenangan luar biasa,” ungkap Sukadarma.
Momen haru dirasakan oleh pihak keluarga. Putri kedua almarhum, Anak Agung Ayu Suryawati Djelantik mengenang kembali masa-masa awal perjuangan sang ayah saat rumah sakit baru dirintis. “Saya sangat bangga. Beliau adalah direktur pertama yang berjuang mendirikan rumah sakit ini. Saya ingat sekali, hanya ada delapan orang dokter waktu itu,” tuturnya.
Peresmian aula ini menjadi awal dari rangkaian pengembanan fasilitas RSUP Ngoerah. Ke depan, empat unit gedung baru ditargetkan rampung secara bertahap untuk mendukung Bali sebagai destinasi wisata medis kelas dunia. (BC18)


















