Badung Mulai Groundbreaking JLS dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat, Proyek Rp2,9 Triliun Ditargetkan Urai Kemacetan Kawasan Wisata

0
5
JLS
Bupati Adi Arnawa bersama Gubernur Koster, Wabup Bagus Alit Sucipta saat groundbreaking di lokasi proyek JLS Jalan Labuan Sait–Pedati serta pembangunan trase jalan Pura Kulat–Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Senin (27/7). (ist)

balibercerita.com –
Pemkab Badung resmi memulai mega proyek infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata. Langkah ini ditandai dengan seremoni groundbreaking pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat. Total anggaran pembangunan mencapai Rp2,9 triliun.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, dan Sekda IB Surya Suamba yang ditandai dengan menekan tombol sirine. Acara ini dipusatkan di lokasi proyek JLS Segmen 4 (Labuan Sait–Pedati) serta pembangunan trase jalan Pura Kulat–Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, pada Senin (27/7)

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Haeruddin C. Maddi, Forkopimda Bali dan Badung, pimpinan BUMN wilayah Bali, wakil ketua dan anggota DPRD Badung, kepala OPD di Pemkab Badung, jajaran Direksi PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), perwakilan asosiasi profesi, pelaku usaha, media, serta camat, lurah, perbekel, dan bendesa adat se-Kabupaten Badung.

Baca Juga:   Tebing Pura Uluwatu Menyerupai Wajah Kera, Itu Fenomena Pareidolia

Bupati Adi Arnawa menyampaikan, pengembangan koridor di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta Utara dirancang untuk membentuk jaringan jalan yang saling terhubung. Infrastruktur ini akan menghadirkan jalur alternatif, mengurangi beban lalu lintas pada ruas utama, serta meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan permukiman, pusat pelayanan publik, destinasi pariwisata, dan sentra pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Badung Selatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026–2027. Tahap awal meliputi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta penataan simpang Siligita dengan total panjang jalan mencapai 10,89 kilometer dan pembangunan Jalan Semer–Teuku Umar Barat untuk mengurai kemacetan di simpang Semer dengan total panjang jalan mencapai 4,77 kilometer dengan anggaran Rp2,9 triliun lebih,” ujarnya.

Baca Juga:   Pemprov Bali dan Pemkab Badung Perluas Layanan Pajak Kendaraan, Layanan Samsat Kini Ada di Kantor Camat Kuta Selatan

Lebih lanjut, ia memaparkan rencana jangka panjang pembangunan JLS yang dirancang sepanjang 29,95 kilometer. Sementara, untuk wilayah Badung Tengah dan Utara, total target pembangunan mencapai 52,95 kilometer dalam periode 2026–2029.

Seluruh pembangunan jalan telah melalui tahapan studi kelayakan serta DED sebagai dasar penetapan trase dan tipikal jalan. Proses penetapan lokasi dan pengadaan tanah juga dilaksanakan melalui musyawarah mufakat, dengan tetap menjunjung tinggi hak-hak masyarakat pemilik lahan serta mengedepankan prinsip keadilan. “Kalau ini sudah dibuat, berarti kondisi wilayah Badung secara umum sudah dilintasi oleh jalan-jalan besar. Sehingga saya yakin sekali, daya dukung pariwisata kita akan semakin meningkat,” tambahnya.

Adi Arnawa mengakui pembebasan lahan sempat menemui pro dan kontra. Namun, melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat serta percepatan penyusunan studi kelayakan, DED, penetapan lokasi hingga pembebasan lahan, seluruh proses akhirnya dapat berjalan. Ia optimistis kehadiran JLS akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendongkrak nilai kawasan di sekitarnya. Kondisi tersebut diyakini berdampak positif pada peningkatan PAD. Ke depan, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat lebih banyak dibiayai secara mandiri melalui kemampuan fiskal daerah tanpa harus bergantung pada pinjaman.

Baca Juga:   Pascaviral di Medsos, Pengawasan Paralayang di Gunung Payung Kini Diperketat

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemkab dan DPRD Badung atas realisasi pembangunan proyek strategis ini. Proyek tersebut merupakan jawaban nyata atas persoalan kemacetan kronis yang selama ini membelit kawasan pariwisata Badung Selatan. Ia juga memuji keberanian Pemkab Badung dalam membiayai proyek senilai Rp2,9 triliun ini, termasuk langkah taktis memanfaatkan dukungan pembiayaan dari PT SMI.

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur harus dilakukan karena penundaan hanya akan membuat biaya konstruksi terus membengkak di masa depan. “Langkah yang diambil Pak Bupati sudah berada di arah yang benar dan patut kita dukung bersama,” tegas Koster. (adv)