Jadi Titik Terendah, Jalan Wana Segara Kuta Dilanda Banjir Berkepanjangan

0
16
Banjir Kuta
Banjir di Jalan Wana Segara. (ist)

balibercerita.com –
Banjir yang merendam kawasan Jalan Wana Segara, Kuta selama tiga hari terakhir disebut sebagai yang terparah sepanjang tahun ini. Air hujan yang terus mengguyur sejak Selasa (24/2) membuat ruas jalan utama hingga permukiman warga tergenang, bahkan di beberapa titik mencapai dada orang dewasa.

Kelian Banjar Segara Desa Adat Kuta, I Ketut Werka menjelaskan, banjir terjadi karena kawasan tersebut merupakan titik terendah di antara Jalan Kartika Plaza dan pesisir pantai. Akibatnya, seluruh aliran air dari wilayah sekitar berkumpul di Jalan Wana Segara.

“Di sepanjang Jalan Wana Segara ini adalah titik terendahnya. Semua titik kumpul air ada di seputaran sini, makanya air harus diambil petugas untuk dibuang ke laut,” ujarnya.

Baca Juga:   Kawanan Kera Diungsikan Sementara Selama Pujawali di Pura Luhur Uluwatu

Ia menyebut, ketinggian air di badan jalan sempat mencapai selutut orang dewasa, sementara di permukiman seperti Gang Samudra lebih parah hingga setinggi dada. Kondisi tersebut mengganggu arus lalu lintas karena banyak pengendara memilih memutar mencari jalur alternatif. “Sudah barang tentu banyak kendaraan tidak berani lewat dan memilih jalan lain,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Lurah Kuta, Putu Dedik Adi Ardiana. Ia mengatakan, banjir di Jalan Wana Segara terjadi bersamaan dengan genangan di Jalan Dewi Sri dan Jalan Dewi Kunti II. Meski penyedotan telah dilakukan, air disebut sulit surut karena kawasan tersebut menjadi titik akhir aliran drainase lingkungan sekitar.

Baca Juga:   Akses Jalan Warga Dipagari GWK, Pemkab Badung Tegaskan Status Jalan Milik Kabupaten

“Disedot turun sebentar lalu kembali lagi seperti semula. Sekarang posisi air sudah setara trotoar, sebelumnya trotoar bahkan tidak terlihat karena terendam,” jelasnya.

Selain di Jalan Wana Segara, genangan juga terpantau di gang sebelah dan depan Lippo Mall Kuta. Air diduga datang dari wilayah lain melalui saluran drainase dan menyebabkan kelebihan kapasitas.

Sementara itu, di wilayah Jalan Griya Mandala, genangan masih merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai betis orang dewasa. Puluhan kepala keluarga terdampak dan kendaraan tidak dapat melintas.

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Apresiasi Kinerja dan Analisa Dewan

Salah satu warga, Wayan Sarjana mengatakan, banjir mulai terjadi sejak tiga hari lalu dan sempat masuk hingga ke kamar tidur setinggi lutut. “Sekarang masih sekitar 30 centimeter. Kendaraan belum berani melintas karena takut mogok,” ungkapnya.

Banjir berkepanjangan ini juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Pedagang dan pelaku usaha kecil terpaksa menghentikan kegiatan karena akses jalan terendam. Hingga kini, warga berharap cuaca segera membaik agar genangan benar-benar surut dan aktivitas kembali normal. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini