Bali Jadi Contoh Destinasi Tangguh Bencana, Delegasi Empat Negara Belajar ke SAR Denpasar

0
8
SAR
Petugas Basarnas Bali saat mendemonstrasikan penyelamatan di area Kantor SAR Denpasar. (ist)

balibercerita.com –
Kemampuan Bali dalam mengelola risiko bencana sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata menarik perhatian dunia internasional. Hal itu terlihat saat delegasi Aliansi Pasifik (Pacific Alliance) mengunjungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Rabu (22/7), untuk mempelajari sistem penanganan kebencanaan yang diterapkan di Pulau Dewata.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-Pacific Alliance Workshop on Disaster Resilient Tourism Destinations yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri. Sebanyak 11 perwakilan dari empat negara anggota Aliansi Pasifik yakni Chili, Kolombia, Meksiko, dan Peru, hadir langsung untuk melihat kesiapsiagaan Bali dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya di kawasan destinasi wisata.

Baca Juga:   Diresmikan, Griya Restorative Justice di Seluruh Kecamatan di Tabanan 

Bali dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas yang representatif dalam pengelolaan kebencanaan serta penanganan kondisi darurat di wilayah pariwisata. Delegasi disambut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya bersama jajaran. Dalam sesi pemaparan, peserta mendapatkan gambaran mengenai sistem operasi SAR, pola koordinasi lintas instansi, hingga strategi respons cepat terhadap kondisi yang membahayakan manusia. Penayangan video operasi dan latihan SAR yang pernah dilaksanakan turut menjadi perhatian peserta.

Sidakarya mengatakan, perwakilan Kementerian Luar Negeri bahkan menyampaikan apresiasi atas kemampuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menampilkan berbagai aksi penyelamatan yang dinilai mencerminkan profesionalisme serta dedikasi tinggi para personel SAR Indonesia. Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait penanganan kecelakaan di kawasan wisata alam, seperti gunung, pantai, perairan, hingga wisata tirta.

Baca Juga:   Dukung Vaksinasi Massal, Pramuka Peduli Bersinergi Dengan Binda Bali dan Diskes Kota Denpasar

Mereka juga tertarik mengetahui pola koordinasi antara tim SAR, pemerintah daerah, stakeholder pariwisata, dan relawan dalam merespons keadaan darurat secara cepat dan efektif. Tidak hanya mendapatkan paparan teori, delegasi juga diajak melihat langsung armada darat dan berbagai peralatan SAR yang digunakan dalam operasi penyelamatan. Puncak kegiatan ditandai dengan demonstrasi evakuasi korban di ketinggian yang digelar di Tower Gedung Bayusuta, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Sebanyak 10 rescuer terlibat dalam simulasi tersebut. Dua personel diturunkan menggunakan teknik lowering untuk menjangkau korban di bawah, sementara tim lainnya bertugas memasang sistem pengamanan dan penarikan untuk mengangkat kembali korban beserta rescuer ke titik aman.

Baca Juga:   Jelang Pawai Ogoh-ogoh, Kabel Semrawut di Kuta Dirapikan

Aksi yang berlangsung presisi dan penuh keterampilan itu mendapat tepuk tangan meriah dari para peserta. Bahkan dua perwakilan negara peserta menunjukkan ketertarikan dengan mencoba langsung teknik lowering di bawah pengawasan tim SAR.

Demonstrasi berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjadi bukti kesiapan sumber daya manusia dan peralatan SAR yang dimiliki Indonesia dalam mendukung terciptanya destinasi wisata yang tangguh terhadap bencana. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara dalam membangun ketahanan destinasi pariwisata. (BC5)