balibercerita.com –
Kabar baik bagi masyarakat Bali. Proyek strategis Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi dipastikan tetap berlanjut meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Pemerintah saat ini tengah menuntaskan sejumlah kajian teknis dan persyaratan pendukung sebelum proyek memasuki tahap tender.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi masih menjadi bagian dari agenda pengembangan konektivitas nasional. Menurut AHY, perkembangan proyek tersebut juga telah dibahas dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa proyek tidak dihentikan, melainkan dilakukan penahapan dan evaluasi agar pelaksanaannya lebih matang. “Program Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi tetap berjalan. Saat ini dilakukan penahapan dan evaluasi, serta direncanakan pada akhir tahun ini sudah memasuki proses tender,” ujar AHY saat kunjungan kerja di Pemprov Bali, Senin (20/7).
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi memiliki panjang trase sekitar 96,8 kilometer yang terbagi dalam tiga seksi. Untuk periode pembangunan 2025–2029, pemerintah memprioritaskan pengerjaan seksi Pekutatan–Soka dan Soka–Mengwi dengan total panjang sekitar 35,52 kilometer. “Saat ini kami sedang menyelesaikan review engineering planning study (EPS) dan berbagai kajian teknis lainnya yang ditargetkan rampung pada periode 2025–2026,” jelasnya.
Setelah tahapan tersebut selesai, pemerintah akan melanjutkan penyusunan dokumen pengadaan tanah, penyempurnaan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), serta analisis dampak lalu lintas (andalalin).
Dirjen Bina Marga menegaskan bahwa percepatan proyek sangat bergantung pada pemenuhan seluruh readiness criteria atau persyaratan kesiapan proyek. Jika seluruh dokumen dan persyaratan telah terpenuhi, proses pengadaan badan usaha jalan tol (BUJT) akan segera dilanjutkan. Keberadaan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi dinilai menjadi salah satu proyek infrastruktur penting untuk memperkuat konektivitas Bali bagian barat dengan pusat-pusat ekonomi dan pariwisata di wilayah selatan.
Selain mempercepat mobilitas orang dan barang, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan dan membuka peluang investasi baru di berbagai daerah yang dilintasi jalur tol tersebut. (BC5)



















