balibercerita.com –
Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) BKO Kecamatan Kuta. Seorang warga negara asing (WNA) lanjut usia asal Iran berinisial MM (82) dievakuasi petugas setelah ditemukan dalam kondisi sakit dan membutuhkan bantuan medis di sebuah akomodasi wisata di kawasan Kuta.
Evakuasi dilakukan pada Selasa (14/7) menyusul laporan dari pengelola homestay di Jalan Poppies I Kuta yang menginformasikan adanya tamu lansia dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan dan memerlukan bantuan.
Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kecamatan Kuta, I Wayan Suantara mengatakan, laporan tersebut diterima sehari sebelumnya. Menindaklanjuti informasi itu, petugas segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi yang bersangkutan. “Kami menerima laporan dari pemilik homestay mengenai seorang WNA lanjut usia yang sedang sakit. Setelah dilakukan pengecekan, kondisi yang bersangkutan memang memerlukan perhatian dan bantuan,” ujar Suantara pada Rabu (15/7).
Dari hasil penelusuran, MM diketahui telah berada di Bali selama kurang lebih satu setengah tahun dan tinggal berpindah-pindah di sejumlah akomodasi wisata. Ia datang seorang diri dan mengaku memiliki seorang anak yang tinggal di Jerman.
Keberadaannya di homestay tersebut berawal ketika ia diantar oleh seorang pengemudi ojek online dalam kondisi mengalami kesulitan finansial. Saat itu, seorang wisatawan asal Jerman yang merasa prihatin kemudian membantu membiayai penginapannya selama dua hari.
Seiring berakhirnya masa sewa kamar, kondisi kesehatan MM yang semakin menurun membuat pihak pengelola penginapan khawatir. Mereka kemudian meminta bantuan kepada Satpol PP untuk membantu penanganan lebih lanjut.
Saat proses evakuasi berlangsung, MM masih dapat berjalan dan berkomunikasi dengan bantuan aplikasi penerjemah digital. Petugas juga menemukan bahwa ia menggunakan kateter urine yang menurut pengakuannya telah terpasang selama sekitar tiga bulan.
Melalui bantuan penerjemah digital, MM mengungkapkan bahwa dirinya sempat direncanakan menjalani tindakan operasi. Namun rencana tersebut belum dapat terlaksana karena keterbatasan biaya yang dimilikinya.
Dalam upaya penanganan, petugas turut menjajaki kemungkinan bantuan melalui jalur diplomatik. Meski demikian, MM menyampaikan keinginannya untuk tetap berada di Indonesia dan belum bersedia dipulangkan ke negara asalnya.
Satpol PP Kecamatan Kuta selanjutnya berupaya menghubungi pihak Kedutaan Besar Iran guna menginformasikan kondisi warganya. Sambil menunggu tindak lanjut dari pihak terkait, langkah utama yang dilakukan adalah memastikan MM memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan. “Atas pertimbangan kemanusiaan dan kondisi kesehatannya, kami berkoordinasi dengan pimpinan dan membawa yang bersangkutan ke RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelas Suantara.
Ia menegaskan bahwa penanganan yang dilakukan Satpol PP murni didasari kepedulian kemanusiaan. Selama berada di wilayah Kuta, MM tidak terlibat pelanggaran ketertiban umum maupun tindakan yang mengganggu keamanan lingkungan. “Ini murni karena kondisi kemanusiaan. Yang bersangkutan tidak melakukan pelanggaran ataupun membuat keresahan. Fokus kami adalah membantu agar ia mendapatkan penanganan yang diperlukan,” pungkasnya. (BC5)


















