Kementerian PUPR Lanjutkan Proyek Dua Bendungan di Bali

0
293
Kementerian PUPR
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat meninjau pembangunan Bendungan Sidan. (ist)

Jakarta, balibercerita.com –

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan melanjutkan puluhan proyek bendungan untuk mendukung terciptanya ketahanan air dan pangan di Indonesia. Dua diantara proyek yang akan dikerjakan tahun ini adalah Bendungan Tamblang di Buleleng dan Bendungan Sidan di Kabupaten Badung.

Bendungan Tamblang yang ditargetkan rampung pembangunannya pada 2022 dengan biaya pembangunan Rp 769 miliar. Sementara, Bendungan Sidan yang telah dibangun sejak 2019 awal ini ditarget rampung pada 2023 dengan biaya keseluruhan Rp 786 miliar. 

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko mengatakan, Ditjen Sumber Daya Air mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 41,23 triliun pada tahun 2022. Anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja modal sebesar Rp 29,79 triliun (72,25%), belanja barang sebesar Rp 10,34 triliun (25,08%), dan belanja pegawai sebesar Rp 1,10 triliun. 

Baca Juga:   Wagub Cok Ace Sebut Pelaku Usaha Pariwisata Hadapi Situasi Pelik

“Program utama pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air pada tahun 2022 diantaranya pembangunan 35 unit bendungan, pembangunan 10.035 Ha daerah irigasi, rehabilitasi 142.615 Ha jaringan irigasi, pembangunan 21 embung, penyediaan 2,86 m3 per detik air baku, dan pembangunan 157 km pengendali banjir dan pengaman pantai,” katanya.

Pada sektor irigasi dan rawa telah dialokasikan dana sebesar Rp 5,95 triliun untuk pembangunan irigasi, pembangunan atau peningkatan rehabilitasi dan pemanfaatan bendungan. Sedangkan pada sektor pengendalian daya rusak dialokasikan sebesar Rp 7,37 triliun untuk pengendalian banjir, pengaman pantai, dan pembangunan pengendali sedimen. 

Baca Juga:   Sikapi Keretakan Tebing Pura Uluwatu, Pemkab Badung dan Pangempon Lakukan Survei Lapangan 

Selanjutnya, pada sektor bendungan, situ, dan danau dialokasikan sebesar Rp 11,67 triliun pembangunan 35 bendungan dan revitalisasi danau dan situ. Dari 35 bendungan, sebanyak 2 bendungan diantaranya merupakan bendungan baru yaitu Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan dan Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan.

Sedangkan 33 bendungan lainnya merupakan proyek ongoing yang dilanjutkan dari tahun sebelumnya. Antara lain Bendungan Keureuto (Aceh), Bendungan Rukoh (Aceh), Bendungan Lausimeme (Sumut), Bendungan Tiga Dihaji (Sumsel), Bendungan Margatiga (Lampung), Bendungan Karian (Banten), Bendungan Ciawi (Jabar), Bendungan Sukamahi (Jabar), Bendungan Sadawarna (Jabar), Bendungan Leuwikeris (Jabar), Bendungan  Cipanas (Jabar), Bendungan Jragung (Jateng), Bendungan Jlantah (Jateng), Bendungan Bener (Jateng), Bendungan Pidekso (Jateng), Bendungan Semantok (Jatim), Bendungan Bagong (Jatim), Bendungan Sidan (Bali), Bendungan Tamblang (Bali), Bendungan Beringin Sila (NTB), Bendungan Meninting (NTB), Bendungan Tiu Suntuk (NTB), Bendungan Temef (NTT), Bendungan Manikin (NTT), Bendungan Mbay (NTT), Bendungan Sepaku Semoi (Kaltim), Bendungan Lolak (Sulut), Bendungan Kuwil Kawangkoan (Sulut), Bendungan Bolango Ulu (Gorontalo), Bendungan Budong-budong (Sultra), Bendungan Ameroro (Sultra), Bendungan Pamukkulu (Sulsel), dan Bendungan Way Apu (Maluku).

Baca Juga:   Aksara Bali Berhasil Didaftarkan ke Unicode

Untuk penyediaan air baku dialokasikan sebesar Rp2,02 triliun yang terdiri dari penyediaan air baku untuk SPAM, pemanfaatan bendungan, air baku pulau terluar dan perbatasan, air baku untuk kawasan strategis, dan air tanah untuk air baku. (BC20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini