balibercerita.com –
Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Bali melalui pelaksanaan wisuda ke-101 yang berlangsung di Pecatu Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Rabu (1/7). Sebanyak 367 wisudawan resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang tidak hanya menjadi momen pelepasan akademik, tetapi juga menandai transformasi Undiknas menuju kampus berdaya saing global.
Mengusung semangat Techno-researchpreneur University, Undiknas terus memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan inovasi guna menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri yang semakin dinamis. Pada wisuda kali ini, atmosfer internasional terasa kuat dengan berbagai capaian program mobilitas mahasiswa yang berhasil menembus universitas mitra di luar negeri.
Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., menegaskan bahwa tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga integritas, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan adaptasi terhadap perubahan. “Hari ini bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan baru. Kompetensi akademik harus dibarengi karakter, etika, dan kemampuan berinovasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Prof. Subawa dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Undiknas juga mencatat sejumlah tonggak penting. Untuk pertama kalinya kampus ini mewisuda lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen, Sarjana Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta Diploma III Farmasi sebagai angkatan perdana.
Capaian internasional juga menjadi sorotan. Empat mahasiswa Undiknas berhasil mengikuti program joint degree di universitas mitra di Australia dan Malaysia. Sementara itu, Undiknas kembali dipercaya menerima mahasiswa asing melalui program The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), memperkuat eksistensi kampus dalam jejaring akademik global.
Undiknas juga menunjukkan kontribusi nyata melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat. Fakultas Hukum Undiknas berhasil mendampingi permohonan judicial review kepala desa hingga dikabulkan Mahkamah Konstitusi. Di bidang kesehatan, dosen Program Studi Farmasi mengembangkan inovasi nanoemulsi eucalyptus untuk terapi pernapasan yang saat ini tengah memasuki proses paten.
Untuk meningkatkan daya saing lulusan, Undiknas juga telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP. Kehadiran lembaga ini memberikan pengakuan kompetensi profesional yang diakui secara nasional bagi para lulusan.
Wisuda kali ini turut menjadi panggung apresiasi bagi mahasiswa berprestasi yang berhasil menorehkan karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. Salah satunya adalah Gusti Ayu Purna Savitri dari Program Studi Teknologi Informasi yang meraih penghargaan The Best Research in Artificial Intelligence melalui pengembangan Health Chatbot berbasis kecerdasan buatan. Penelitiannya diterima pada jurnal internasional terindeks Scopus Q2 dan Sinta 1.
Penghargaan The Best Scopus Rank diraih oleh Ni Putu Chantika Aprilia Nariswari, Made Maenita Dewi, dan Anak Agung Gede Wiranata atas publikasi pada jurnal terindeks Scopus Q1. Berbagai penghargaan lainnya juga diberikan kepada lulusan yang sukses menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Momentum wisuda ke-101 ini menjadi bukti bahwa Undiknas tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun generasi inovator, peneliti, dan pemimpin masa depan. Dari Bali, kampus ini terus memperluas kiprah di tingkat nasional dan internasional, menghadirkan lulusan yang siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami ingin para lulusan tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan, bangsa, dan dunia,” tutup Prof. Subawa. (BC5)



















