Gang Jangkong Sari Kembali Dibuka, Warga Diajak Jaga Kebersihan Lingkungan

0
17
Gang Jangkong Sari
Suasana Gang Jangkong Sari Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Setelah sempat ditutup untuk mengatasi persoalan sampah liar, Gang Jangkong Sari di Lingkungan Temacun, Kelurahan Kuta kini kembali dibuka dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Berdasarkan pantauan Selasa (9/6), akses gang sudah dapat dilalui warga. Spanduk larangan membuang sampah maupun bambu penutup yang sebelumnya terpasang di lokasi juga sudah tidak terlihat.

Sekretaris Kecamatan Kuta, Made Agus Suantara (MAS) membenarkan bahwa Gang Jangkong telah dibuka kembali sekitar satu bulan lalu. Menurutnya, kondisi lingkungan di kawasan tersebut kini jauh lebih baik dan terkendali dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga:   DPRD Badung Tinjau Penutupan Akses Jalan Warga oleh GWK

“Pada awal dibuka memang sempat kembali muncul sampah liar di lokasi tersebut, tetapi jumlahnya tidak banyak. Saat itu kepala lingkungan langsung mengatensi dan melakukan pembinaan serta memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.

Menurut MAS, keberhasilan menjaga kondisi kawasan tidak lepas dari keterlibatan perangkat lingkungan dan masyarakat yang terus mengawasi serta menjaga kebersihan area tersebut. Karena itu, pihaknya berharap akses yang telah dibuka kembali dapat dimanfaatkan secara bijak oleh seluruh warga. “Kami ingin masyarakat memanfaatkan akses ini dengan baik. Lingkungan harus tetap aman, nyaman, dan tentram,” katanya.

Baca Juga:   Pentingnya Reward Bagi Tumbuh Kembang Anak

Ke depan, Kecamatan Kuta juga berencana memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penataan lingkungan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang akan dibahas adalah pengaturan pemanfaatan lahan agar kawasan permukiman tetap tertata, bersih, dan mendukung kenyamanan masyarakat.

Baca Juga:   Tenun Karangasem Tampil di Inacraft 2025, Buktikan Eksistensi Warisan Budaya di Panggung Nasional

Menurut MAS, menjaga kualitas lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Selain menciptakan kenyamanan, lingkungan yang tertata juga memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat serta citra kawasan sebagai daerah tujuan wisata. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Harapannya ada solusi jangka panjang agar kawasan ini tetap tertata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (BC5)