Beranda Umum Sistem Peringatan Dini Banjir Mulai Disiapkan di Kuta

Sistem Peringatan Dini Banjir Mulai Disiapkan di Kuta

0
Kuta
Tiang sistem peringatan dini banjir di belakang Rumah Dinas Camat Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Sebuah tiang berwarna oranye kini berdiri di sudut Kantor Camat Kuta, persis di sisi alur Tukad Mati. Sekilas, tiang tersebut terlihat sederhana. Namun, keberadaannya menjadi bagian dari sistem yang nantinya memberi tanda kepada warga ketika permukaan air mulai menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai.

Tiang itu merupakan bagian awal dari pembangunan early warning system (EWS) banjir yang disiapkan di sepanjang alur Tukad Mati. Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Badung, Dewa Ketut Ekajaya membenarkan hal tersebut. “Itu bagian dari early warning system (EWS) banjir,” ujarnya.

Baca Juga:   Ratusan Narapidana Dapatkan Remisi Nyepi, 4 Orang Langsung Bebas

Tak hanya di Kuta, perangkat serupa juga dipasang di dua titik lainnya yang dinilai rawan di sekitar alur Tukad Mati, yakni di wilayah Kuta khususnya Legian dan Seminyak. Lokasi pemasangan sebelumnya telah disosialisasikan kepada camat, lurah, serta kepala lingkungan setempat.

Nantinya, sistem tersebut akan bekerja mengikuti ketinggian air. Saat permukaan air mencapai batas tertentu, sirine akan berbunyi secara berkala. Bunyi tersebut menjadi tanda awal bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Jika air terus naik hingga mendekati batas penuh, pola peringatan akan berubah. Sirine akan berbunyi lebih lama sebagai tanda kondisi yang semakin perlu diantisipasi.

Baca Juga:   Cegah Banjir Susulan, Gubernur Koster Minta BWS Segera Normalisasi Sungai di Kecamatan Banjar

Dengan sistem tersebut, peringatan tidak lagi menunggu air meluap. Masyarakat di sekitar alur Tukad Mati diharapkan mendapat waktu lebih awal untuk bersiap dan mengambil langkah antisipasi.

Pembangunan EWS ini menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir di kawasan yang berada di sekitar alur Tukad Mati. Keberadaan sistem peringatan dini diharapkan dapat membantu mempercepat respons ketika terjadi peningkatan debit air.

Ekajaya menyebut pembangunan perangkat tersebut merupakan bantuan dari PLN. Untuk saat ini, pekerjaan baru sampai pada pemasangan tiang. Setelah tiang kering, pemasangan sirine akan dilanjutkan. “Baru pasang tiangnya saja. Nanti setelah kering, sekitar seminggu lagi baru dilanjutkan pasang sirine. Itu serupa dengan yang sudah ada di Tukad Badung,” imbuhnya.

Baca Juga:   Fast Boat Tenggelam Saat Masuki Alur Pelabuhan Sanur

Setelah seluruh perangkat terpasang dan siap digunakan, BPBD Badung akan kembali turun melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Warga akan diberikan pemahaman mengenai arti bunyi sirine dan langkah yang perlu dilakukan ketika sistem peringatan tersebut aktif. (BC5)