balibercerita.com –
Upaya pencarian dua warga yang diduga tertimbun longsor di kawasan Pelaga Eco Park Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, memasuki hari kelima pada Jumat (6/11). Meski tim SAR gabungan telah menuntaskan pembersihan material longsor di sekitar area glamping dan aliran sungai, keberadaan kedua korban masih belum ditemukan.
Kasi Operasi dan Siaga SAR, I Wayan Juni Antara mengatakan, pencarian hari kelima dibagi menjadi dua search and rescue unit (SRU). Satu SRU bertugas membersihkan area longsoran di sekitar kawasan glamping, sedangkan SRU lainnya melakukan pembersihan di sepanjang aliran sungai yang sebelumnya terhambat material longsoran dari area glamping.
“Untuk hari ini, kedua SRU melaksanakan pembersihan di area masing-masing. Material yang menghambat aliran sungai maupun di sekitar area glamping sudah berhasil dibersihkan. Namun, hasil pencarian masih nihil,” ujarnya.
Selain pembersihan material, tim juga melakukan penyisiran aliran sungai dari titik nol dengan jangkauan sekitar 1.500 meter. Langkah ini dilakukan untuk memperluas area pencarian, mengingat material longsoran berpotensi terbawa aliran sungai.
Juni Antara mengungkapkan, proses pencarian masih menghadapi sejumlah kendala. Cuaca yang dinamis dan kerap berubah menjadi salah satu tantangan di lapangan. Selain itu, kondisi medan yang sulit dilalui alat berat membuat proses pembersihan dan pencarian harus dilakukan secara manual.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (7/11). Tim SAR gabungan berencana memperluas penyisiran ke arah selatan mengikuti aliran sungai dengan jangkauan sekitar 2 hingga 3 kilometer.
Perluasan area pencarian tersebut diharapkan dapat membuka peluang ditemukannya dua korban yang hingga hari kelima operasi masih belum diketahui keberadaannya. Operasi SAR melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Badung, Brimob Mengwi, Ditsamapta Polda Bali, Polres Badung, satu unit K9 Polda Bali, serta Puskesmas Petang II. (BC5)

















