balibercerita.com –
Pengawasan terhadap perlintasan orang di pintu masuk Indonesia semakin diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital. Polri bersama Direktorat Jenderal Imigrasi meluncurkan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) untuk mempercepat identifikasi individu yang masuk dalam daftar buronan internasional di 196 negara anggota Interpol.
Sistem yang diluncurkan di Rupattama Mabes Polri pada Kamis (5/11) ini memungkinkan petugas imigrasi di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) melakukan verifikasi lebih cepat terhadap individu yang terindikasi sebagai buronan internasional. Melalui platform tersebut, petugas imigrasi juga dapat terhubung langsung dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk mempercepat pertukaran informasi dan penanganan kasus kejahatan lintas negara.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kehadiran I-GHAS 24/7 menjadi langkah penting dalam membangun sistem komunikasi dan koordinasi yang lebih terintegrasi, khususnya di wilayah perlintasan negara.
“Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengawasan perbatasan membutuhkan dukungan teknologi yang akurat agar potensi ancaman kejahatan transnasional dapat diantisipasi sejak awal, sebelum pelaku memasuki wilayah Indonesia. “Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” tegasnya.
Hendarsam menegaskan, penguatan sistem pengawasan tersebut tetap memperhatikan keseimbangan antara keamanan negara dan kelancaran pelayanan keimigrasian. “Melalui integrasi data ini, imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, penguatan pengawasan melalui teknologi menjadi kebutuhan di tengah semakin kompleksnya kejahatan transnasional. Ancaman tersebut antara lain tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika yang membutuhkan koordinasi lintas lembaga.
“Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” kata Suyudi.
Peluncuran I-GHAS 24/7 turut dihadiri Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko. Ke depan, sistem ini direncanakan terus dikembangkan melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pemaduan data biometrik pada 2027. (BC5)

















