Beranda Umum Pencarian Dua Korban Longsor di Pelaga Masuki Hari Keempat, Hasil Masih Nihil

Pencarian Dua Korban Longsor di Pelaga Masuki Hari Keempat, Hasil Masih Nihil

0
Longsor di Pelaga
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban. (ist)

balibercerita.com –
Upaya pencarian dua korban longsor di kawasan Pelaga Eco Park Glamping Retreat, Kecamatan Petang, Badung, memasuki hari keempat pada Kamis (5/11). Namun, hingga pencarian berakhir, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban.

Koordinator Lapangan, Dudi Librana mengatakan, pencarian dilakukan melalui tiga metode untuk memperluas jangkauan penyisiran, baik di lokasi utama longsoran maupun sepanjang aliran sungai hingga ke hilir. Metode pertama difokuskan pada pembersihan material lumpur di titik longsoran. Hingga hari keempat, proses pembersihan telah mencapai sekitar 50 persen, tetapi belum membuahkan hasil.

Baca Juga:   Tekankan Profesionalisme dan Integritas ASN, Bupati Adi Arnawa Lantik 234 Pejabat Pemkab Badung

Pencarian kedua dilakukan dengan menyusuri aliran sungai ke arah hilir hingga muara. Sementara, metode ketiga menyasar area sekitar sungai, mulai dari lokasi longsoran hingga bendungan, dengan membersihkan puing-puing material yang terbawa arus.

“Untuk sementara hasilnya masih nihil. Tidak ada kendala yang signifikan, hanya ketebalan material lumpur yang membuat proses pembersihan secara manual membutuhkan waktu,” ujarnya.

Baca Juga:   Mangku Sudarsana Kombinasikan Pengobatan Tradisional Dengan Modern

Tim SAR sebenarnya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Badung untuk mendatangkan alat berat jenis ekskavator guna mempercepat proses pembersihan material longsoran. Namun, rencana tersebut masih terkendala akses karena alat berat tidak memungkinkan menjangkau lokasi kejadian.

Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Jumat (6/11). Tim berencana melanjutkan pembersihan material lumpur hingga seluruh area longsoran yang tersisa dapat dipastikan tidak menyisakan korban. Penyisiran sungai juga akan diperluas hingga ke muara atau titik akhir aliran sungai.

Baca Juga:   Strategi Bali Perkuat Daya Tarik Kuliner: Dari Sawah Organik ke Meja Wisatawan

Dalam penyisiran tersebut, tim berencana menggunakan perangkat AquaEye untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di dalam air. Langkah ini diharapkan dapat memperluas efektivitas pencarian, terutama pada area sungai yang sulit dijangkau melalui penyisiran manual. (BC5)