balibercerita.com –
Masyarakat Indonesia akan menikmati libur panjang selama lima hari berturut-turut mulai Rabu (27/5) hingga Minggu (31/5), serangkaian perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di Bali, baik BBM maupun LPG, dalam kondisi aman dan mencukupi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, seluruh infrastruktur distribusi energi telah disiagakan untuk menjaga kelancaran penyaluran selama masa libur panjang. Selain memastikan stok tersedia, Pertamina juga menempatkan personel siaga di lapangan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Menurut Ahad, LPG diperkirakan menjadi produk energi yang paling banyak digunakan selama libur panjang karena meningkatnya aktivitas rumah tangga dan kegiatan perayaan. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina telah menyiapkan penyaluran fakultatif sebagai tambahan distribusi di luar penyaluran reguler.
“Pada momen libur panjang ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat,” ujarnya.
Tak hanya LPG, Pertamina juga memperkuat layanan BBM dengan melakukan build up stock sesuai kebutuhan serta meningkatkan pengawasan sarana dan fasilitas SPBU. Pemeriksaan aspek quantity and quality (QQ) BBM juga dilakukan secara intensif guna memastikan kualitas dan kuantitas produk tetap terjaga.
Untuk wilayah Bali, Pertamina telah menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 79 persen dari rata-rata penyaluran harian atau setara 212.800 tabung LPG tambahan. Langkah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang sehingga aktivitas dapat berjalan dengan nyaman dan lancar. Meski stok dipastikan aman, Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Ahad meminta masyarakat tetap tenang dan bijak dalam membeli energi sesuai kebutuhan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Pertamina juga kembali mengingatkan masyarakat untuk menggunakan LPG sesuai peruntukannya. LPG 3 kilogram merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, sementara masyarakat mampu diharapkan menggunakan LPG non-subsidi seperti bright gas. (BC5)

















