Beranda Umum Jumlah Kendaraan Lampaui Penduduk, Kemacetan di Badung Kian Meningkat

Jumlah Kendaraan Lampaui Penduduk, Kemacetan di Badung Kian Meningkat

0
33
Kemacetan di Badung
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Badung, Made Gede Wiryantara Adi Susandi. (ist)

balibercerita.com –
Kemacetan lalu lintas di Kabupaten Badung dipicu ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dengan jumlah penduduk. Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, jumlah kendaraan bermotor di Gumi Keris kini telah menembus angka lebih dari 1 juta unit, sementara jumlah penduduk hanya sekitar 500 ribu jiwa.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Badung, Made Gede Wiryantara Adi Susandi mengungkapkan bahwa rasio kendaraan dengan penduduk saat ini mencapai 1:2. Artinya, rata-rata satu orang memiliki dua kendaraan bermotor. “Jumlah kendaraan kita sudah di atas 1 juta unit, sedangkan penduduk sekitar 500 ribu jiwa,” ujar Wiryantara.

Baca Juga:   Dua Buruh Asal Jember Hilang Terseret Arus di Pantai Greenbowl, Pencarian Libatkan Drone Thermal dan AquaEye

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya beban jalan. Kapasitas infrastruktur yang ada dinilai tidak lagi mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.

Selain tingginya kepemilikan kendaraan pribadi, kemacetan juga dipengaruhi mobilitas wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kendaraan dari luar daerah yang melintasi wilayah Badung. Posisi Badung sebagai pusat pariwisata sekaligus jalur utama di Bali turut memperparah kepadatan lalu lintas.

Baca Juga:   Rumah Ketua DPRD Badung Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Mandiri

Sebagai upaya penanganan, Dishub Badung mengoptimalkan penggunaan area traffic control system (ATCS). Sistem ini dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung serta mengatur durasi lampu lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan.

Baca Juga:   Badung Kebut Digitalisasi Pelayanan Publik, IKD Jadi Kunci Layanan Sosial Makin Tepat Sasaran

Di samping itu, pemerintah daerah juga melakukan penambahan dan pelebaran ruas jalan sebagai solusi jangka panjang. “Melalui ATCS, kami berupaya mengatur arus lalu lintas agar kemacetan bisa berkurang secara bertahap,” jelasnya. (BC9)