Denpasar, balibercerita.com —
PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pengelola Ruas Tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa (Bali Mandara), menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2024 pada Selasa (24/6). Rapat dipimpin Komisaris Utama PT JBT, Lisye Octaviana dan dihadiri oleh perwakilan para pemegang saham yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, PT Angkasa Pura Indonesia, serta PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC).
Dalam RUPST tersebut, PT JBT memaparkan capaian kinerja positif sepanjang tahun 2024. Perusahaan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp195,8 miliar, tumbuh 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp147,2 miliar. Dari sisi keuangan, perusahaan membukukan EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) sebesar Rp135,9 miliar, yang menunjukkan operasional yang sehat dan efisien. Pertumbuhan ini mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan fokus perusahaan dalam efisiensi biaya serta peningkatan mutu layanan.
Secara operasional, PT JBT juga mencatat pertumbuhan signifikan. Volume lalu lintas harian rata-rata di Tol Bali Mandara mencapai 50.200 kendaraan per hari, meningkat 28,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya (38.981 kendaraan per hari). Kenaikan ini sejalan dengan pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi serta meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Bali Selatan.
Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian tersebut. “Kami bersyukur atas capaian positif di tahun 2024. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh insan PT JBT dalam menjalankan strategi bisnis yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik. Dukungan dari pemegang saham, mitra, dan kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan untuk terus tumbuh dan berkembang.
PT JBT juga mencatat skor tertinggi dalam Indeks Kepuasan Pelanggan di antara Anak Perusahaan Jalan Tol (APJT) Jasa Marga Group, dengan nilai 5,78 dari skala 6,00. Hal ini memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan jalan tol yang unggul.
Sebagai pengelola ruas tol sepanjang 12,7 km yang menghubungkan kawasan strategis Nusa Dua, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Benoa, PT JBT terus meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur. Sejumlah program pemeliharaan rutin dan berkala telah dijalankan, seperti scrapping, filling, and overlay (SFO) untuk menjaga kualitas permukaan jalan, peremajaan tiang penerangan jalan umum (PJU), perbaikan marka dan rambu lalu lintas, serta pemasangan sistem structure health monitoring system (SHMS) untuk memastikan keamanan struktur jalan tol.
Di bidang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT JBT menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program, termasuk pembibitan pohon mangrove, bantuan pendidikan dan bahan pokok bagi masyarakat kurang mampu, serta dukungan untuk anak-anak penyintas kanker. Atas kontribusinya, PT JBT meraih penghargaan “Gold Category” dalam ajang CSR Award 2024 yang diselenggarakan oleh DPD Provinsi Bali.
Komitmen terhadap prinsip keberlanjutan juga ditunjukkan melalui keberhasilan mempertahankan sertifikasi Green Toll Road Indonesia kategori “GOLD” dari Green Product Council Indonesia, dengan skor 90,51. Selain itu, PT JBT juga meraih penghargaan Terbaik I untuk kategori Jalan Tol Panjang Elevated pada peringatan Bulan Bakti PU ke-79, menegaskan konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan nilai-nilai ramah lingkungan ke dalam operasionalnya.
Menutup agenda RUPST, PT JBT menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham, mitra kerja, masyarakat, dan pengguna jalan atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan jalan tol serta mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berwawasan budaya di Bali. (BC5)


















