Banyuwangi, balibercerita.com –
Upaya pencarian terhadap 29 korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali memasuki hari keempat, Sabtu (5/7). Kali ini, tim SAR gabungan kembali mengerahkan alat utama laut dan udara, dengan penguatan dari Koarmada II dan Pushidrosal.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno dalam konferensi pers mengatakan, adapun penguatan dari Koarmada II yaitu berupa KRI Fanildo 732, 1 unit helikopter Phanter yang memiliki sonar dengan kemampuan mendeteksi benda-benda di bawah laut, serta dua tim penyelam dari Dislambair dan Satkopaska.
Eko Suyatno menjelaskan bahwa dengan penguatan alut dari Koarmada II dan tim ahli dari Pushidrosal, maka diharapkan akan dapat menemukan datum yang pasti atau lokasi KMP Tunu Pratama Jaya.
Kepala Kantor SAR Surabaya selaku OSC SRU Udara menerangkan, ada dua helikopter yang melakukan pencarian hari ini, yaitu helikopter Dauphin HR 3606 Basarnas serta helikopter Bell 249 Baharkam Polri. Kedua alut udara ini akan melakukan pencarian melalui udara dari wilayah utara ke arah selatan.
Komandan Lanal Banyuwangi selaku OSC SRU Laut menerangkan bahwa upaya pencarian di laut diperluas hingga sejauh 20 mil laut ke arah selatan. Adapun alut laut yang digunakan, diantaranya KRI Tongkol 517, KRI Teluk Ende 813, KN SAR 249 Permadi, KN SAR Arjuna, KNP Grantin, KP Bima 7014 Polairud, Kapal Ptkamla Payaman, KN Cundamani, KP Hiu Macan Tutul 02, RIB 03 dan RBB Pos SAR Banyuwangi, RIB 01 Pos SAR Jembrana, dan RIB Polairud.
Sementara itu, Danrem 083/ Baladhika Jaya menyampaikan bahwa SRU darat yang terdiri dari gabungan personel dari unsur TNI AD, kepolisian dan sejumlah relawan, melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai di wilayah Banyuwangi.
Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 36 orang korban berhasil ditemukan tim SAR gabungan, dengan rincian 30 orang ditemukan selamat dan 6 orang ditemukan meninggal. Sementara itu, korban yang belum ditemukan sebanyak 29 orang. (BC5)

















