balibercerita.com –
Sanur Village Festival (SVF) memiliki sejarah panjang dan pengaruh kuat dalam perkembangan pariwisata Bali. Festival yang lahir di masa sulit pasca-Bom Bali ini dirancang sebagai wahana promosi untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata yang saat itu terdampak parah. Melalui ajang ini, Sanur ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa kawasan tersebut aman dan siap dikunjungi wisatawan.
Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) sekaligus Ketua Panitia SVF, Ida Bagus Gede Sidharta menjelaskan bahwa SVF yang telah berjalan selama 18 tahun kini menjadi ikon kawasan pesisir Kota Denpasar. Sidharta menuturkan, selama ini SVF terbukti berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Tahun lalu, transaksi yang tercatat selama lima hari pelaksanaan festival mencapai hampir Rp2,5 miliar, melibatkan UMKM, seniman, dan pelaku seni lokal. Event ini juga berkontribusi langsung pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Sanur, dengan rata-rata lama tinggal (length of stay) mencapai 6–7 hari untuk wisatawan Australia dan 11–12 hari untuk wisatawan Eropa.
Lebih dari sekadar ajang hiburan, Sanur Village Festival menjadi wadah kreatif yang merefleksikan nilai sosial, budaya, dan lingkungan. Festival ini menjadi ruang bagi warga Sanur dan komunitas peduli keberlanjutan untuk berkarya sekaligus menjaga harmoni budaya dan lingkungan.
“Saya berharap penyelenggaraan tahun ini kembali menegaskan peran Sanur sebagai destinasi aman, kreatif, dan inspiratif. Sejak awal, Sanur Festival telah menjadi simbol bahwa Sanur tetap hidup, aman, dan terbuka bagi siapapun untuk berkarya,” kata Sidharta.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Denpasar, Ni Ketut Trisna Aryani menyampaikan, Sanur Village Festival adalah salah satu ajang terbesar di Bali dan mampu memperkuat posisi Sanur sebagai destinasi unggulan di jantung Kota Denpasar.
Menurut Trisna, meskipun dukungan anggaran disesuaikan dengan perubahan konsep penyelenggaraan, makna dan manfaat festival ini tetap besar bagi pengembangan pariwisata Denpasar. “Walaupun dukungan anggaran tidak banyak, kami tetap memberikan dukungan penuh karena Sanur Village Festival mempromosikan Sanur sebagai destinasi wisata (DTW) yang menjadi jantung Kota Denpasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event seperti SVF memberikan dampak positif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggairahkan perekonomian masyarakat. “Dengan kemasan Sanfest yang semakin padat, kami berharap semakin banyak wisatawan yang datang. Festival ini juga mempromosikan kawasan Muntig Siokan yang saat ini sedang dikembangkan,” jelasnya. (BC5)















