balibercerita.com –
Kepanikan pecah di tengah suasana makan malam di kawasan Seminyak pada Minggu (30/8) malam. Restoran Gado-gado di Jalan Camplung Tanduk Nomor 99, Kelurahan Seminyak, dilalap si jago merah. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan hampir seluruh bangunan.
Kobaran api semakin membesar lantaran bangunan restoran menggunakan atap berbahan ilalang. Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian turut membuat api cepat menjalar. Beruntung, kesigapan petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Badung berhasil mencegah api merembet ke bangunan usaha di sekitarnya maupun Pura Camplung Tanduk yang berada tidak jauh dari lokasi.
Lurah Seminyak, I Putu Gede Adhi Karmita Putra mengatakan, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 19.30 Wita. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 Wita, kobaran api sudah membesar dan hampir melahap seluruh bangunan restoran. “Hampir seluruh bangunan hangus terbakar. Petugas Damkar sangat sigap, sehingga api tidak sampai merembet ke bangunan usaha sekitar dan Pura Camplung Tanduk yang ada berdekatan di lokasi,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (31/8).
Menurutnya, kondisi tersebut sempat menjadi kekhawatiran karena kawasan sekitar restoran cukup padat bangunan. Terlebih, akses menuju sejumlah usaha di kawasan pantai relatif terbatas sehingga akan menyulitkan proses pemadaman apabila api sampai merembet. “Kalau itu sampai merembet ke bangunan cafe yang ada di pantai, akan sangat sulit memadamkan karena kondisi jalan relatif terbatas,” imbuhnya.
Kepanikan juga sempat terjadi lantaran restoran dalam kondisi cukup ramai saat kebakaran berlangsung. Waktu kejadian bertepatan dengan jam makan malam sehingga sejumlah pengunjung berada di dalam maupun sekitar restoran.
Situasi semakin mencekam ketika seorang pengunjung dikabarkan masih berada di dalam restoran. Anak dari pengunjung tersebut bahkan sempat panik dan hendak menerobos kobaran api untuk menyelamatkan orang tuanya yang disebut berada di toilet. Namun, niat tersebut berhasil dicegah warga. Belakangan diketahui orang tua yang bersangkutan telah berhasil dievakuasi oleh orang lain sebelum api semakin membesar.
“Karena terlalu panik, yang bersangkutan pingsan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Memang kobaran api sangat besar, untung tidak ada korban jiwa,” kata Adhi Karmita.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai pemicu api. Di lapangan beredar informasi bahwa kebakaran diduga berkaitan dengan balon gas helium yang meledak dan kemudian tersambar api, mengingat saat kejadian disebut tengah berlangsung perayaan ulang tahun di restoran. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan.
Adhi Karmita mengingatkan para pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim panas. Pengusaha yang menggunakan material mudah terbakar seperti ilalang atau jerami diminta lebih memperhatikan aspek keselamatan, termasuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, terlebih dalam kondisi masih menyala. Sebab, belum lama ini kebakaran lahan kosong juga diduga dipicu oleh puntung rokok. “Khususnya yang menggunakan atap jerami agar lebih hati-hati. Perhatikan instalasi listrik dan jangan membuang puntung rokok dalam keadaan menyala,” imbaunya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, D Ngurah Bhayudewa menerangkan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 19.40 Wita. Dua menit setelah laporan diterima, petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 19.50 Wita.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas. Armada tersebut berasal dari lima pos, yakni masing-masing dua unit dari Pos Induk, Pos Kunti, Pos Majapahit, Pos Dalung dan Pos Mengwi. “Dalam penanganan tersebut, 10 unit mobil pemadam dikerahkan. Armada berasal dari lima pos, masing-masing dua unit dari Pos Induk, Pos Kunti, Pos Majapahit, Pos Dalung, dan Pos Mengwi,” jelasnya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 2 jam 40 menit. Petugas diperkirakan menggunakan sekitar 115.000 liter air untuk menjinakkan kobaran api sekaligus memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala. Penanganan di lokasi juga melibatkan PLN, kepolisian, petugas keamanan serta masyarakat. Setelah api berhasil dikendalikan, area restoran kemudian disterilkan dan dipantau petugas Linmas.
Bangunan restoran yang terbakar memiliki luas sekitar 45 meter x 40 meter atau sekitar 1.800 meter persegi. Hampir seluruh bangunan terdampak kebakaran. Sejumlah harta benda yang berhasil diamankan ditaksir senilai sekitar Rp700 juta, sedangkan kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp4 miliar. (BC5)


















