Pertamina Patra Niaga Imbau Publik Cermati Informasi Palsu soal BBM

0
184
Pertamina
Pengendara mengisi BBM di salah satu SPBU. (ist)

balibercerita.com –
Pertamina Patra Niaga menyoroti maraknya praktik manipulasi informasi hingga penyebaran hoaks yang belakangan beredar di masyarakat. Informasi menyesatkan ini dinilai dapat menimbulkan keresahan dan kekhawatiran konsumen, terutama karena diarahkan kepada Pertamina maupun pemerintah.

Pertamina menyayangkan kondisi tersebut karena bukan hanya mencoreng nama baik perusahaan sebagai BUMN, tetapi juga merugikan pemerintah yang saat ini berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Untuk itu, Pertamina Patra Niaga merasa perlu meluruskan sejumlah hoaks yang beredar di media sosial. Berikut klarifikasi resminya.

Baca Juga:   PRULink NextGen Inovasi Prudential Indonesia Hadirkan PAYDI

Hoaks Pembatasan Pengisian BBM
Isu pembatasan pengisian BBM hingga 7 hari untuk mobil dan 4 hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan adalah tidak benar. Penyaluran BBM, khususnya subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah agar lebih tepat sasaran dan transparan. Hal ini juga telah ditegaskan oleh Kementerian ESDM melalui juru bicaranya.

Hoaks Kebakaran SPBU Akibat Kebijakan Pembatasan BBM
Informasi yang beredar adalah rekaman lama insiden kebakaran SPBU di Aceh tahun 2024, bukan kejadian baru akibat kebijakan pembatasan.

Baca Juga:   Pertamina Luruskan Sejumlah Hoaks Soal BBM

Hoaks Video Masyarakat Menggeruduk SPBU di Lumajang
Video viral yang beredar disebutkan sebagai kerusuhan di SPBU. Faktanya, pada Rabu, 17 September 2025, terdapat karnaval di Desa Sentul, Lumajang. Karena hujan deras, warga berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup sejak pukul 21.00 WIB. Keributan kecil dipicu pengaruh minuman keras, bukan layanan SPBU. Tidak ada penjarahan atau kerusakan, hanya sampah berserakan keesokan harinya.

Baca Juga:   Apel HUT ke-67 Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengingatkan masyarakat agar lebih jeli dan teliti menyikapi berbagai bentuk disinformasi. “Selain isu pembatasan BBM, masyarakat juga perlu mewaspadai hoaks lainnya seperti rekrutmen fiktif yang meminta biaya, kabar mobil tangki Pertamina mengisi di SPBU swasta, maupun informasi palsu terkait harga,” jelas Roberth.

Perusahaan pelat merah ini mengajak masyarakat selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi, yakni Pertamina Call Center 135 dan akun resmi media sosial Pertamina. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini