Pertamina Cari Talenta Muda untuk Sektor Energi Masa Depan

0
6
Pertamina
Pembukaan PGTC 2026 di Institut Teknologi Bandung. (ist)

balibercerita.com –
PT Pertamina (Persero) mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta gagasan yang dapat mendukung masa depan energi berkelanjutan. Proses itu ditandai dengan dibukanya rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026, di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Kamis (21/5).

Mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact”, PGTC 2026 hadir dengan konsep baru melalui roadshow di lima kota besar. Program ini tidak hanya menghadirkan kompetisi nasional, tetapi juga berbagai kegiatan pengembangan diri seperti talkshow, pameran karier, hingga ruang kolaborasi antara dunia kampus dan industri.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan bahwa PGTC menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri energi sekaligus melihat peluang karier yang tersedia. “Melalui PGTC, mahasiswa bisa memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari di kampus diterapkan dalam dunia industri. Mereka juga dapat melihat berbagai peluang untuk berkarier dan berkontribusi di sektor energi,” ujarnya.

Baca Juga:   SNBP 2026 Diumumkan, Ini Prodi Paling Diminati di Unud

Selain menjadi ajang edukasi, PGTC 2026 juga membuka pendaftaran dua kompetisi nasional yakni Energy Debate Championship (EDC) dan Energynovation Ideas Competition (EIC) yang ditujukan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Pertamina juga memperkenalkan Pertamuda Seed and Scale 2026, kompetisi ide bisnis nasional yang akan dibuka pada awal Juni mendatang. Program tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis inovasi dan teknologi.

Baca Juga:   Big Bad Wolf Bali 2026 Rayakan Satu Dekade di Indonesia, Hadir Lebih Besar dan Gaungkan Pelestarian Mangrove

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano menilai kehadiran PGTC memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami tantangan industri masa depan secara langsung. Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan industri penting untuk memastikan kurikulum pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. apt. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., menekankan pentingnya dukungan sektor korporasi dalam ekosistem riset mahasiswa yang akan memberikan manfaat yang besar, terutama untuk peningkatan daya saing dan menguatkan relevansi dari pendidikan.

Baca Juga:   192 Atlet Wushu Denpasar Bertarung di Porjar 2026, Perebutkan Tiket ke Tingkat Provinsi

“Pemerintah terus mendorong terciptanya riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. PGTC merupakan wujud kontribusi Pertamina sebagai industri yang hadir lebih awal di kampus, memberikan insight yang sangat baik bagi mahasiswa sebelum terjun secara nyata ke dunia industri. Kami berharap ajang ini dapat menyentuh semakin banyak perguruan tinggi dan memancing perusahaan dan industri lain untuk ikut terlibat, demi mendukung kemajuan pendidikan Indonesia,” jelas Prof. Junaidi. (BC5)