balibercerita.com —
Pemerintah Kabupaten Badung memastikan kelanjutan pembangunan seawall hingga ke Pura Batu Metandal, yang masih satu kawasan dengan Pura Luhur Uluwatu di Desa Adat Pecatu. Kepastian tersebut disampaikan Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa seusai mengikuti rangkaian pujawali di Pura Luhur Uluwatu pada Selasa (9/12).
Untuk proyek ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar yang akan direalisasikan pada tahun 2026. Adi Arnawa menegaskan bahwa penataan kawasan suci sekaligus destinasi pariwisata utama seperti Uluwatu harus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menuturkan bahwa rencana penguatan tebing sebenarnya sudah disiapkan sejak lama, namun pelaksanaannya sempat tertunda. “Penataan ini tidak berhenti. Hanya waktunya yang bergeser, bukan rencananya,” ujarnya.
Rencana pekerjaan meliputi pembangunan seawall hingga penyediaan akses menuju Pura Batu Metandal. Upaya ini penting untuk mempertahankan kekokohan tebing karang sekaligus menjamin kenyamanan dan keselamatan umat yang bersembahyang. Seluruh pekerjaan tersebut telah tercantum dalam anggaran induk 2026. Ia berharap pendapatan daerah ke depan turut meningkat sehingga program pembangunan dapat berjalan optimal.
Pangempon Pura Luhur Uluwatu yang juga Pangelingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya mengapresiasi langkah pemerintah daerah. Ia menilai, seawall yang ada saat ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan perlindungan kawasan karena belum menjangkau Batu Metandal.
“Seawall sekarang masih tanggung, belum sampai ke Batu Metandal. Semoga tahun 2026 sudah dianggarkan dan bisa diselesaikan,” harapnya.
Melalui kelanjutan proyek ini, kawasan suci Uluwatu diharapkan semakin terlindungi dari ancaman abrasi dan tetap lestari sebagai tempat persembahyangan sekaligus destinasi wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali. (BC5)



















