
balibercerita.com –
Program penataan pusat kota Tabanan mulai memasuki tahap nyata. Ratusan pedagang pasar senggol telah menyatakan kesiapan untuk direlokasi sementara guna mendukung proyek penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan yang digadang-gadang menjadi wajah baru kota.
Kesepakatan itu muncul dalam pertemuan antara para pedagang dan Pemerintah Kabupaten Tabanan di Gedung Marya, Rabu (20/5). Dalam forum tersebut, mayoritas pedagang menerima skema relokasi sementara sebelum nantinya dipindahkan ke kawasan Pasar Pesiapan.
Koordinator pasar senggol, I Gusti Made Adi Nurama atau yang akrab disapa Gung Rembo menjelaskan bahwa para pedagang pada dasarnya mendukung langkah penataan yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, aktivitas perdagangan sementara akan dipusatkan di area Gedung Marya dengan pengaturan akses lalu lintas yang sudah disesuaikan.
Ia menyampaikan, akses Jalan Kaswari menuju arah timur akan ditutup selama pasar beroperasi. Selain itu, ruas jalan di sisi barat Gedung Marya bagian timur juga akan dimanfaatkan untuk aktivitas berjualan agar arus pengunjung tetap terakomodasi tanpa memutus akses masyarakat sekitar.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tabanan memastikan lokasi relokasi sementara telah siap digunakan. Pemerintah daerah disebut sudah menyiapkan blok-blok lapak sehingga pedagang hanya perlu menempati area yang tersedia.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana mengungkapkan, para pedagang direncanakan mulai hari ini menempati kawasan sekitar Gedung Marya. Penempatan akan dibagi di area timur, barat, dan selatan gedung dengan pengaturan teknis yang melibatkan Desa Adat Kota Tabanan serta UPTD Gedung Kesenian.
Untuk mengurangi potensi kepadatan kendaraan selama aktivitas pasar berlangsung, pemerintah daerah juga menyiapkan kantong parkir pengunjung di kawasan Panggung GWS. Di sisi lain, rencana pemindahan permanen menuju Terminal Pesiapan masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah Kabupaten Tabanan saat ini disebut masih mengkaji sejumlah opsi lokasi, termasuk kawasan Jalan Rajawali, sebelum menentukan titik relokasi yang dinilai paling layak bagi pedagang.
Penataan kawasan ini merupakan bagian dari proyek infrastruktur senilai Rp60 miliar. Separuh anggaran dialokasikan untuk pembenahan Jalan Gajah Mada, sedangkan sisanya digunakan untuk revitalisasi Terminal Pesiapan.
Adapun pengerjaan Jalan Gajah Mada nantinya mencakup pavingisasi, pembangunan trotoar, serta penataan kawasan Catur Muka. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal Juni setelah proses tender selesai, dengan target rampung pada akhir Desember 2026. (BC13)

















