Ny. Yunita Alit Sucipta Ajak Generasi Muda Jadi Agen Toleransi dan Kerukunan

0
170
Toleransi
Ketua WHDI Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta menjadi narasumber pada kegiatan Grebek Kerukunan di SMAN 1 Abiansemal, Senin (28/7). (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta menjadi Narasumber pada kegiatan Grebek Kerukunan “Menanam Toleransi, Menuai Harmoni: Pelajar Bergerak untuk Kerukunan” yang digelar oleh Forum Generasi Muda Lintas Agama (Forgimala) Badung, di SMAN 1 Abiansemal, Senin (28/7).

Kehadiran istri Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta ini disambut Kepala SMAN 1 Abiansemal, I Ketut Hariwirawan, Ketua Komite SMAN 1 Abiansemal, Ni Luh Kadek Suastiari, serta jajaran Forgimala Badung.

Di hadapan siswa baru SMAN 1 Abiansemal, Yunita Alit Sucipta berbagi pengalaman dengan menyampaikan materi tentang slogan kearifan lokal yakni sagilik, saguluk, salunglung, sabayantaka, dan asah, asih, asuh serta peran perempuan sebagai akar kerukunan di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Menurutnya, kearifan lokal asah, asih, asuh memiliki arti penting dalam menjaga toleransi dan kerukunan.

Baca Juga:   Truk BBM Tabrak Pohon dan Terguling, Sopir Meninggal

Asah memiliki arti saling belajar dan membuka pikiran, Asih, welas asih, mengedepankan kasih sayang serta menerima perbedaan. Asuh adalah membina dan menjaga satu sama lain.

“Generasi muda harus bisa menjadi agen toleransi dan kerukunan. Toleransi tidak menyamakan sesuatu, namun kerukunan dalam perbedaan. Di Indonesia banyak sekali suku, adat, agama, ras dan golongan. Kita harus tetap pegang semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Harus bisa menerima perbedaan itu, karena kita semua bersaudara,” kata Sekretaris I TP PKK Badung ini.

Baca Juga:   Tingkatan Pelayanan RSD Mangusada, Ini Rekomendasi Komisi IV DPRD Badung

Dijelaskan pula bahwa nilai-nilai dasar kerukunan dan toleransi tersebut pertama kali diajarkan di lingkungan paling dasar yaitu keluarga dan sekolah. Dalam hal ini, perempuan/ibu menjadi orang yang memberikan ajaran kerukunan dan toleransi kepada anak-anaknya. “Seorang ibu yang toleransi dan terbuka itu akan melahirkan anak-anak yang moderat dan open minded serta anak-anak yang memiliki nilai toleransi yang tinggi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Yunita mengajak para siswa sebagai gen Z untuk berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Diharapkan kepada para siswa agar menyebarkan informasi yang positif dan kasih sayang.

“Biasanya kalau ada berita yang viral, terlebih mengenai agama, kita harus bijak menyikapinya dengan memberikan komentar yang positif. Jangan jari kita menjadi provokator karena komentar negatif akan menyulut perpecahan. Jempolmu-harimaumu, mari kita sama-sama belajar yang positif,” jelas Yunita yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita Badung ini.

Baca Juga:   Nusa Dua Tambah 310 Kamar Jelang KTT G20

Di akhir penyampaiannya, Yunita Alit Sucipta juga mengajak seluruh siswa dan jajaran Guru SMAN 1 Abiansemal untuk saling menjaga agar tidak terjadi kasus bullying di sekolah. “Ibu berharap tidak ada kasus bullying di sekolah. Mem-bully bisa menyakiti perasaan dan metal. Mari merangkul teman dan jaga pembicaraan kita. Seluruh adik-adik dan tenaga pengajar harus memiliki sifat welas asih dan cinta kasih,” harapnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini