KEK Sanur Bakal Dilengkapi Klinik Mata Bertaraf Global, Dorong Wisata Kesehatan dan Tekan Angka Pasien ke Luar Negeri

0
79
KEK Sanur
Groundbreaking Pembangunan JEC Bali Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur. (ist)

balibercerita.com –
Upaya menjadikan Bali sebagai pusat wisata kesehatan dunia terus diperkuat melalui kehadiran klinik utama mata JEC Bali Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Fasilitas kesehatan bertaraf global ini diproyeksikan mampu menekan tren masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri sekaligus menarik pasien mancanegara untuk menjalani perawatan di dalam negeri.

Presiden Direktur JEC Group sekaligus Presiden Direktur PT Nitra Sanata Bali (NSB), Johan A. Hutauruk menyebut, kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan nasional, menekan angka masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri (medical outbound), serta membuka peluang besar wisata kesehatan (medical tourism).

Mengusung konsep “Blue Hospital” berstandar global, JEC Bali @ Sanur akan menjadi pionir layanan medis khusus mata di kawasan andalan tersebut. Kehadirannya diyakini memperkuat posisi Bali dan Indonesia sebagai destinasi utama wisata kesehatan dunia. Lokasinya yang strategis, didukung aksesibilitas global, suasana pemulihan yang nyaman, efisiensi biaya, serta fasilitas hotel di sekitarnya menjadi keunggulan bagi pasien domestik maupun mancanegara.

Menurut Johan, Bali memiliki daya tarik kuat sebagai tempat penyembuhan karena lingkungan yang nyaman, budaya yang hangat, serta masyarakat yang ramah. Teknologi medis yang dihadirkan pun berstandar global, termasuk tindakan semi-robotik yang memungkinkan operasi mata, seperti katarak atau koreksi penglihatan, dilakukan sangat cepat, bahkan kurang dari 10 detik untuk kasus tertentu dengan metode minimal invasif.

Pasien dapat datang pada pagi hari dan menjalani operasi di hari yang sama dengan masa pemulihan singkat. Ia mengungkapkan sekitar dua juta warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun, yang menyebabkan devisa besar mengalir keluar.

Baca Juga:   Remaja Terpeleset Saat Hendak Bersembahyang ke Telaga Mas Pura Pasar Agung Sebudi

Dengan hadirnya JEC Bali Sanur, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tinggi di dalam negeri dengan biaya yang kompetitif, sekaligus mendorong semangat menjadi “tuan rumah di negeri sendiri”. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk penyedia layanan kesehatan dan sektor penerbangan, diharapkan semakin memudahkan akses pasien.

JEC Bali Sanur juga didukung fasilitas akomodasi di sekitar kawasan, termasuk kerja sama dengan hotel internasional, sehingga proses pemulihan pasien menjadi lebih nyaman. Kehadiran pusat kesehatan ini diharapkan melengkapi ekosistem layanan kesehatan di Sanur, termasuk dukungan terhadap rumah sakit internasional di kawasan tersebut untuk penanganan kasus yang lebih kompleks.

Menurutnya, riset IMARC Group menyatakan pasar wisata kesehatan di Indonesia pada 2024 mencapai USD 1,7 miliar dan diproyeksikan tumbuh hingga USD 9,6 miliar pada 2033. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2025 mencapai 6.948.754 orang, meningkat 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peresmian KEK Sanur merupakan langkah bersejarah pemerintah dalam memperkokoh peran strategis Indonesia sebagai international health and wellness destination. Mendukung itu, JEC sebagai pemimpin layanan oftalmologi selama lebih dari empat dekade di Indonesia akan menghadirkan JEC Bali Sanur dengan dokter subspesialis berpengalaman, teknologi bedah mata terkini, serta rekam jejak inovasi yang telah memajukan dunia kesehatan mata nasional,” ujar Johan pada Sabtu (14/2).

Melalui konsep “Blue Hospital”, pasien tidak hanya mendapatkan kesembuhan medis, tetapi juga pengalaman penyembuhan menyeluruh berkat dukungan bangunan cerdas dan lingkungan ramah. “Hadirnya JEC Bali Sanur bukan sekadar penambahan sarana kesehatan, tetapi membangun ekosistem kesehatan mata yang berkelanjutan dan inklusif. Kami berharap dapat mengurangi tren medical outbound sekaligus menarik wisatawan mancanegara, sehingga Indonesia semakin dipercaya sebagai sentra kesehatan mata dunia,” imbuhnya.

Baca Juga:   Eva Air Kembali Terkoneksi dengan Bandara Ngurah Rai

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster menerangkan, sejak awal dirinya mendukung pembangunan kawasan Sanur yang diawali dengan pengembangan KEK Sanur. Kawasan ini memiliki riwayat penting bagi bangsa Indonesia karena berdirinya hotel pertama di Bali, Grand Bali Beach, yang merupakan karya Presiden Soekarno, serta dikenal memiliki nuansa spiritual yang kuat.

Ia bersyukur atas pengembangan KEK Sanur yang kini semakin lengkap dengan hadirnya rumah sakit mata internasional hasil kolaborasi berbagai pihak, yakni JEC Bali Sanur. “Apa yang saya impikan ada di kawasan ini. Kawasan ini lengkap sudah dengan adanya RS Mata internasional ini. Tentunya investasi ini akan mendongkrak ekonomi Bali,” ujarnya.

Menurutnya, sejak awal KEK Sanur dirancang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga mencakup sektor layanan kesehatan berkelas dunia yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menekan masyarakat yang berobat ke luar negeri, apalagi fasilitas akomodasi berstandar tinggi telah tersedia. Kehadiran rumah sakit khusus mata berstandar internasional ini dinilai sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis kesehatan di Bali dan memberi dua manfaat sekaligus, yakni peningkatan layanan kesehatan serta meningkatnya kedatangan wisatawan.

Ia pun menyambut baik kehadiran JEC Bali Sanur sebagai wujud nyata kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan KEK Sanur, yang diyakini akan memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi wisata kesehatan kelas dunia serta membawa multiplier effect positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:   Progres Vaksinasi 80 Persen, Kapolri Sampaikan Apresiasi

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), Christine Hutabarat memandang pembangunan JEC Bali Sanur sejalan dengan visi pengembangan KEK Sanur sebagai international health and wellness destination yang mengintegrasikan layanan kesehatan berstandar global dengan ekosistem pariwisata kelas dunia.

Ia menjelaskan kawasan tersebut dulunya merupakan lapangan golf dan lokasi hotel yang dibangun Presiden Soekarno yang kini direvitalisasi, serta memiliki nilai spiritual tinggi yang seolah memberi dukungan dalam proses pembangunan meski tetap ada tantangan. Pihaknya berupaya mengembalikan kejayaan Sanur dan berterima kasih atas kepercayaan pemerintah kepada BUPP Sanur, dengan berbagai proyek yang tengah berjalan termasuk penambahan hotel berbintang, 71 vila, dan senior living yang dikerjakan sejumlah mitra konstruksi pada 2026. “Melalui pencapaian ini, kami percaya akan membawa manfaat signifikan bagi peningkatan kualitas kesehatan serta pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai mitra dan brand internasional menghadirkan teknologi serta layanan medis terbaik dalam satu ekosistem terintegrasi seluas sekitar 6.200 meter persegi, guna memperkuat pariwisata yang holistik, menjadikan KEK Sanur sebagai akselerator ekonomi Bali dan kontributor bagi perekonomian nasional, sekaligus menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan health and wellness serta penguat daya saing kawasan The Sanur di tingkat global. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini