Jalur Hotel Mewah Nusa Dua Selatan Diserbu Sampah Liar, Pelaku Diduga Beraksi Dini Hari

0
13
Pembuangan sampah liar
Salah satu titik pembuangan sampah liar di wilayah Sawangan, Nusa Dua Selatan. (ist)

balibercerita.com
Jalur menuju kawasan hotel mewah di Nusa Dua Selatan kini menghadapi persoalan baru. Di tengah citra kawasan pariwisata premium Bali, tumpukan sampah liar mulai bermunculan di sejumlah titik di Jalan Raya Nusa Dua Selatan dan merusak wajah kawasan elite tersebut.

Tumpukan sampah terlihat di beberapa sisi jalan, terutama pada ruas setelah kawasan The Apurva Kempinski Bali menuju arah Pantai Pandawa. Sampah diduga sengaja dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab saat kondisi jalan sepi pada dini hari.

Kepala Lingkungan Sawangan, I Wayan Jabut mengungkapkan, wilayahnya kini diduga menjadi sasaran baru pembuangan sampah ilegal setelah sejumlah daerah lain mulai memperketat pengawasan. “Kita yang sekarang jadi sasaran. Titik terparah itu ada pada ruas jalan setelah Kempinski menuju arah Pandawa. Di sana, kanan dan kiri jalan seakan-akan dimanfaatkan untuk pembuangan sampah. Perkiraan kami, itu dilakukan pada dini hari,” ujarnya, Kamis (14/5).

Baca Juga:   Awal Desember, Sistem Pembayaran Parkir di Bandara Ngurah Rai Terapkan Manless

Menurutnya, volume sampah liar yang menumpuk diperkirakan mencapai satu dump truk jika dikumpulkan seluruhnya. Pihak lingkungan setempat pun berencana melakukan identifikasi untuk mengetahui asal sampah tersebut, apakah berasal dari rumah tangga, kegiatan event, maupun usaha tertentu. “Kita akan segera lakukan identifikasi,” katanya.

Baca Juga:   Nusa Penida Jadi Wilayah Pertama Masuki Musim Kemarau 2022 di Bali

Kondisi ini dinilai ironis karena masyarakat Sawangan selama ini rutin melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara gotong royong. Tidak hanya warga, aksi pembersihan juga melibatkan pekerja proyek hingga karyawan hotel di sekitar kawasan wisata tersebut.

Namun upaya menjaga kebersihan kawasan seolah-olah tidak sebanding dengan aksi pembuangan sampah liar yang terus terjadi. “Jangan sampai kita seolah-olah diperbudak oleh oknum-oknum nakal ini. Mereka nyaman membuang sampah sembarangan, sementara kita setiap minggu mengerahkan semua elemen untuk melakukan bersih-bersih di sepanjang jalan,” tegasnya.

Baca Juga:   DPMPTSP dan Disdukcapil Badung Berhasil Wujudkan Pelayanan Prima Tahun 2021

Sebagai langkah antisipasi, pengawasan di kawasan Sawangan akan diperketat. Bahkan, warga yang berhasil memergoki atau membantu mengamankan pelaku pembuangan sampah liar direncanakan akan diberikan reward sebagai bentuk apresiasi.

Langkah tersebut dinilai penting agar aksi pembuangan sampah ilegal tidak dianggap hal biasa. Selain mencemari lingkungan, keberadaan sampah liar juga dikhawatirkan merusak citra jalur pariwisata premium di Nusa Dua Selatan yang selama ini identik dengan kawasan bersih dan eksklusif. (BC5)