Ini, Konsep Bupati Badung Angkat Perekonomian Desa Adat 

0
225
Bupati Badung
Bupati Giri Prasta saat meresmikan Warung Yadnya di Pasar Amerta Sedana, Mengwitani, Jumat (3/6).

Mangupura, balibercerita.com – 

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta meresmikan Warung Yadnya, Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) “Astagina” Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, berlokasi di Pasar Amerta Sedana Mengwitani, Jumat (3/6). Acara tersebut dihadiri, Camat Mengwi, Majelis Madya Badung, Majelis Alitan Mengwi, Yowana Badung dan Mengwi, Bendesa dan Perbekel Mengwitani, Karang Taruna Mengwitani, Bendesa Adat Mengwi, Beringkit dan Kekeran serta kelian se-Desa Adat Mengwitani.

Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada Bendesa Adat dan Krama Desa Adat Mengwitani yang telah berhasil membangun Warung Yadnya Astagina. Menurutnya, warung yadnya ini tujuannya membantu masyarakat yang membutuhkan upakara. Karena diketahui di desa adat tidak terlepas dari upakara dan upacara yang membutuhkan sarana/uparengga dalam upacara keagamaan dan di Warung Yadnya Astagina Mengwitani telah menyediakannya. 

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Dukung Penuh Gemapatas, Solusi Minimalisir Konflik Pertanahan dan Batas Wilayah

“Dengan adanya BUPDA ini akan betul-betul adanya perputaran ekonomi. Ada pepatah mengatakan, kalau kita punya usaha, bukan kita berbicara tentang teknik pemasaran semata, tetapi harus berorientasi pada bagaimana kita mengetahui pasar dan bagaimana kita bisa lebih lagi terhadap pelanggan kita sendiri. Ini yang harus kita berikan proses pelayanan yang cepat, pasti dan murah,” jelasnya. 

Diharapkan, nantinya semua desa adat memiliki badan usaha milik desa adat, sehingga terjadinya perputaran ekonomi masyarakat di desa. Untuk itu semenjak dilantik tahun 2016, Bupati telah canangkan dan telah berjalan di Kabupaten Badung yakni Taman Gumi Banten yang menyediakan uparengga yang nanti dibutuhkan masyarakat pada saat melaksanakan upacara yadnya. 

“Kami akan arahkan semua desa adat maupun desa di Badung untuk membuat Taman Canang. Jangan sampai kita melaksanakan upacara dan upakara ketergantungan dengan wilayah lain, masalah uparengga dimaksud,” tambahnya. 

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Andalkan Pergerakan Penumpang Domestik

Bupati juga menambahkan, ke depan akan diprogramkan di setiap pura yang ada di desa adat termasuk pura swagina dan pura dadia akan dibantu dana aci setiap tahun berkenaan dengan piodalan madya dan alit, sehingga masyarakat tidak lagi mengeluarkan urunan. Untuk uparengganya dapat dicari di warung yadnya ini. 

“Nanti kami juga mau adanya kerja sama antara BUMDA di satu desa adat dengan BUMDA desa adat lainnya. Misalnya, kerja sama BUMDA di Mengwitani dengan BUMDA di Mengwi. Ketika di sini kurang kan bisa saling membantu dan saling mendapat keuntungan dalam berusaha. Termasuk serati juga mendapatkan kekuatan finansial ketika ayah-ayah ini dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya. 

Bendesa Adat Mengwitani Putu Wendra menyampaikan, pembangunan sekaligus pemelaspasan dan peresmian bangunan Warung Yadnya Astagina ini merupakan komitmen dan keinginan krama Desa Adat Mengwitani. 

Baca Juga:   Belum Pulih 100 Persen Pascapandemi, Ini Catatan Bandara Ngurah Rai Periode Januari-November 2023

“Terwujudnya warung yadnya ini semuanya dari dukungan krama dan widya sabha serta prajuru. Karena melihat potensi krama banyak yang mejejaitan dan kebutuhan akan upakara. Untuk itu dibangun warung yadnya menyediakan berbagai upakara, dengan biaya mandiri dari desa adat sebesar Rp 400 juta,” terangnya. 

Selain warung yadnya, usaha-usaha yang telah dikembangkan di Desa Adat Mengwitani yakni usaha simpan pinjam LPD, serta Pasar Amerta Sedana yang telah berdiri selama 10 tahun di atas tanah milik Pemkab Badung. Lebih lanjut dijelaskan, Warung Yadnya Astagina dikelola secara modern dan dilengkapi dengan CCTV. Ke depan, direncanakan di tempat tersebut akan dibuat angkringan untuk para yowana termasuk UMKM dari krama desa adat. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini