Mangupura, balibercerita.com –
Penerbangan rute internasional ke Bali diharapkan bisa semakin bertambah. Sebab hal itu merupakan upaya untuk pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi di Bali. Sejauh ini ada 4 maskapai yang telah melayani penerbangan internasional di Bali, yaitu Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Jetstar Air dan Scoot Tigerair.
Menariknya, Gubernur Bali Wayan Koster sempat menyampaikan bahwa ada 11 maskapai yang akan melakukan penerbangan kembali ke Bali yaitu Jet Air, Air Asia, Batik Air, Jetstar, Turkish Airlines dan lainnya. Sayangnya, ia tidak menjelaskan lebih jauh terkait hal itu.
Dari pantauan pihaknya selama ini, proses kedatangan sampai pemeriksaan e-HAC dan pengambilan tes PCR saat ini berlangsung sangat cepat dibandingkan penerbangan internasional sebelumnya. Hal itu disebabkan adanya SOP bagi para wisatawan yang datang sudah semakin baik, sehingga berjalan lancar. “Ini juga berkat kita lakukan evaluasi dari beberapa hari yang lalu terkait dengan prosedur SOP mulai dari keberangkatan sampai tiba di Bandara Ngurah Rai,” belum lama ini di Bandara Ngurah Rai.
Sejak tanggal 16 Februari-28 Februari 2022, tercatat lebih dari 1.916 orang penumpang yang mendarat di Bandara Ngurah Rai. Mayoritas dari mereka merupakan WNA dari beberapa negara. Dari jumlah itu, ada sekitar 7 orang yang terdeteksi positif tanpa gejala.
Jika dihitung perbandingan rasio, jumlah tersebut hanya 0,04 persen yang positif. Hal itu mengindikasikan bahwa pelaksanaan prokes oleh para penumpang berjalan dengan tertib dan sangat disiplin.
Kondisi tersebut seiring dengan penanganan pandemi Covid-19 di Bali yang semakin baik, yaitu terutama pencapaian vaksinasinya. Untuk vaksinasi umum suntik pertama mencapai 104 persen, suntik kedua 94 persen, sedangkan vaksinasi untuk usia lanjut suntik pertama 85 persen, vaksin kedua 75 persen. Vaksinasi anak anak usia 6-11 tahun suntik pertama sudah mencapai 108 persen dan suntik kedua 103 persen. Sementara khusus untuk vaksin booster sudah mencapai 23 persen lebih.
“Kasus baru hariannya semakin menurun. Per hari yang terakhir sebanyak 170-an orang, yang sembuh semakin meningkat. Kasus meninggal semakin menurun, angka positif rate sudah sangat rendah yakni 3,5 persen jauh di bawah standar WHO minimum 5 persen,” imbuhnya. (BC5)

















