balibercerita.com –
Fenomena bulan berwarna merah akan menghiasi langit Bali pada malam Minggu (7/9) hingga Senin (8/9) dini hari. Peristiwa alam ini merupakan salah satu fenomena alam paling langka dan menakjubkan yang dipicu gerhana bulan total. Masyarakat dapat menikmati langsung dengan mata telanjang selama cuaca mendukung, tanpa perlu alat bantu khusus.
Gerhana bulan kali ini tergolong istimewa karena memiliki durasi cukup panjang, yaitu selama lebih dari lima jam. Dimulai pada pukul 23.26 Wita dan berakhir sekitar 04.56 Wita. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 02.11 Wita, ketika bulan akan tampak paling dramatis dengan rona merah yang pekat.
“Totalitas gerhana akan berlangsung selama 1 jam 22 menit. Ini adalah waktu terbaik untuk menyaksikan perubahan warna bulan yang perlahan menjadi merah karena efek atmosfer bumi,” kata Penata Muda Geofisika Pertama BBMKG Wilayah III Denpasar, Aina Najwa Darmanto, S.Tr. Geof.
Aina menerangkan bahwa gerhana bulan total terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar dalam satu garis lurus. Dalam momen ini, bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) bumi. Namun, alih-alih gelap gulita, bulan justru bersinar merah. Warna ini dihasilkan oleh fenomena yang disebut hamburan rayleigh, di mana cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi tersebar, dan hanya cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang yang berhasil sampai ke permukaan bulan.
Seluruh wilayah Bali akan bisa menyaksikan fenomena ini, selama langit tidak tertutup awan. Masyarakat disarankan memilih lokasi pengamatan yang bebas dari polusi cahaya, seperti perbukitan, pantai, atau tempat terbuka yang tidak terhalang bangunan.
“Tidak perlu alat bantu, namun jika ingin lebih jelas bisa menggunakan teropong. BMKG Bali juga akan melakukan pengamatan langsung dari kantor BBMKG Wilayah III Denpasar dan menyiarkannya secara live streaming,” imbuhnya.
Gerhana bulan total ini merupakan bagian dari seri Saros 128, tepatnya anggota ke-41 dari 71 total peristiwa dalam seri tersebut. Terakhir kali fenomena serupa terjadi pada 28 Agustus 2007, dan baru akan kembali lagi dalam siklus ini pada 19 September 2043. Dengan kata lain, bagi sebagian orang, ini mungkin menjadi satu-satunya kesempatan dalam hidup untuk menyaksikan peristiwa dari rangkaian saros ini secara langsung. (BC5)



















