Semarapura, balibercerita.com —
Dua warga negara asing (WNA) terseret arus saat berenang di Diamond Beach, Nusa Penida, Sabtu (2/8) sekitar pukul 13.15 Wita. Satu orang berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menjelaskan bahwa salah satu korban diselamatkan dengan menggunakan tali lempar oleh warga yang berada di lokasi. Namun, satu korban lainnya terseret semakin jauh ke tengah laut akibat ombak pasang dan arus yang sangat kuat.
“Menurut kronologis yang kami ketahui, satu orang berhasil ditolong menggunakan bantuan tali lempar. Sedangkan satu korban lainnya semakin menjauhi bibir pantai, terbawa arus ke tengah laut,” ungkap Sidakarya.
Laporan kejadian diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 13.21 Wita, dari seorang saksi bernama Pande Sutrisna. Tim segera memberangkatkan empat personel dari Unit Siaga SAR Nusa Penida ke Pelabuhan Sampalan untuk mengoperasikan rigid inflatable boat.
“Sempat terlihat korban terapung kembali setelah sempat menghilang. Namun, SRU air tidak dapat menjangkau karena gelombang semakin keras,” lanjutnya.
Sekitar pukul 14.45 Wita, tubuh korban akhirnya terdampar ke pinggir pantai dan segera dievakuasi oleh warga dan pengunjung dalam kondisi tidak bernyawa. Tim SAR darat langsung menuju lokasi untuk mengangkat jenazah ke atas tebing.
Korban diketahui bernama Yaroslav Petryshyn (67), warga negara Ukraina. Pada pukul 16.05 Wita. Korban berhasil dievakuasi ke atas tebing dan selanjutnya dibawa ke Nusa Medica Clinic menggunakan ambulans.
Proses pencarian dan evakuasi korban melibatkan sejumlah unsur SAR, termasuk Unit Siaga SAR Nusa Penida, TNI AL Pos Nusa Penida, Koramil Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, tim medis Nusa Medica, staf Diamond Beach, serta masyarakat setempat. (BC5)



















