Indonesia dan Sri Lanka Pererat Kerja Sama Bidang Pertanian

0
193
Pertanian
Pertemuan antara Duta Besar RI untuk Sri Lanka, H.E. Dewi Gustina Tobing, dengan Menteri Pertanian Sri Lanka, Hon. Mr. K. D. Lalkantha. (ist)

Jakarta, balibercerita.com –
Kerja sama di sektor pertanian antara Indonesia dan Sri Lanka makin erat. Pasalnya, kedua negara sama-sama berkomitmen mendorong ketahanan pangan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Kesepakatan ini disampaikan dalam pertemuan antara Duta Besar RI untuk Sri Lanka, H.E. Dewi Gustina Tobing, dengan Menteri Pertanian Sri Lanka, Hon. Mr. K. D. Lalkantha, belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Dewi memaparkan sejumlah capaian strategis Indonesia di bidang pertanian, termasuk keberhasilan dalam mencapai swasembada beras.

Baca Juga:   BRI Kembangkan Urban Farming di Kota Denpasar

Keberhasilan ini didukung oleh langkah-langkah nyata seperti pembukaan lahan baru, penguatan sistem distribusi, serta dukungan teknologi dan inovasi pertanian. Dewi Tobing juga menyampaikan upaya swasembada untuk komoditas strategis lainnya seperti jagung guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.

Sementara itu, Menteri Lalkantha juga menyampaikan perkembangan sektor pertanian Sri Lanka serta ketertarikan untuk mempelajari pengalaman Indonesia, khususnya dalam peningkatan produktivitas dan pengelolaan sumber daya pertanian. Kedua pihak melihat peluang besar untuk memperluas kolaborasi, termasuk melalui program pertukaran pengetahuan, pelatihan teknis, dan potensi investasi di bidang agribisnis.

Baca Juga:   Dua Buronan Interpol Diringkus di Bali, Imigrasi Ngurah Rai Lakukan Pemulangan

Indonesia dan Sri Lanka sejatinya telah memiliki nota kesepahaman (MoU) di bidang pertanian. Dalam pertemuan ini, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan MoU tersebut secara konkret. Salah satu fokus ke depan adalah pemanfaatan mekanisme Joint Agriculture Cooperation Committee (JACC), sebagai wadah bersama untuk merancang program kerja dan memastikan kelanjutan kerja sama yang lebih terstruktur dan berdampak.

Baca Juga:   Kaling Muda Kembali Terpilih, I Wayan Puja Suputera Pimpin Banjar Jerokuta Jimbaran

Pemerintah Sri Lanka menyambut positif inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk mengaktifkan kembali dialog melalui JACC dalam waktu dekat. Pertemuan ini menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional, baik di Indonesia maupun Sri Lanka. Kedua negara optimis bahwa penguatan kerja sama di bidang ini tidak hanya akan mendorong ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini