balibercerita.com –
Ombak besar dan pasang air laut yang terjadi beberapa hari terakhir mulai membawa sampah kiriman ke Pantai Kuta. Tumpukan kayu dan bambu terlihat berserakan di sejumlah titik pesisir, menjadi pertanda awal datangnya musim sampah kiriman yang biasanya berlangsung bersamaan dengan musim hujan.
Beberapa pedagang di sekitar pantai menyebut, fenomena ini mulai terlihat sejak fase bulan purnama, ketika air laut naik hingga ke area pejalan kaki. “Waktu malam air lautnya meluap, lalu pagi sudah penuh kayu dan bambu. Biasanya sampah-sampah ini terbawa arus dari sungai dan terseret ombak ke pantai,” ujar salah satu pedagang.
Ia menambahkan, para pedagang dan petugas sementara menumpuk sampah tersebut di titik-titik tertentu agar tidak menyebar ke area wisata.
Kondisi serupa juga diakui Plt. Kepala UPTD Penyelamat Pantai Kabupaten Badung (Balawista), I Wayan Somer. Menurutnya, gelombang tinggi yang terjadi sejak Kamis (8/11) malam, menjadi awal dari datangnya material kiriman laut di sepanjang garis Pantai Kuta.
“Air laut yang naik bukan hanya menyebabkan abrasi, tapi juga membawa sampah kiriman. Saat ini sudah mulai terasa angin baratan, tanda klasik musim hujan dan musim sampah kiriman akan datang,” jelasnya, Senin (10/11).
Somer mengingatkan wisatawan agar tetap waspada saat beraktivitas di pantai. Pihaknya menegaskan, kondisi ombak yang tak menentu dan potensi material sampah di air dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi pengunjung.
“Kami imbau agar wisatawan mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. Keselamatan pengunjung adalah prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah petugas kebersihan mulai melakukan penanganan awal dengan membersihkan area pesisir dari tumpukan kayu dan bambu. Namun, jika hujan mulai rutin turun dan angin barat semakin kuat, Pantai Kuta hampir pasti akan kembali menghadapi gelombang tinggi, abrasi, dan sampah kiriman. (BC5)


















