Dorong Kepedulian Siswa, Komunitas Laksana Becik Gelar Pelatihan Membuat Lilin dari Minyak Jelantah di SDN 11 Jimbaran

0
160
Laksana Becik
Komunitas Laksana Becik saat menggelar sosialisasi pengolahan minyak jelantah di SDN 11 Jimbaran, Selasa (14/10). (ist)

balibercerita.com –
Komunitas lingkungan, Laksana Becik kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kebiasaan baik di tengah masyarakat. Komunitas yang bernaung di bawah Yayasan Laksana Becik Bali ini pun dikenal aktif mengedukasi siswa sekolah dasar hingga menengah terkait pengelolaan limbah minyak jelantah atau minyak goreng bekas agar tidak mencemari lingkungan.

Kali ini, komunitas Laksana Becik kembali hadir di SDN 11 Jimbaran, Badung, pada Selasa (14/10). Dalam kegiatan tersebut, para relawan memberikan edukasi tentang mengelola minyak jelantah yang dimanfaatkan kembali menjadi barang berguna, salah satunya lilin ramah lingkungan.

Kegiatan edukasi di SDN 11 Jimbaran disambut dengan antusias oleh para siswa. Sejak pagi, para murid telah berkumpul di area lapangan sekolah untuk mengikuti pelatihan yang dipandu langsung oleh tim Laksana Becik. Sekolah ini dikenal aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan terus mendorong berbagai program yang berorientasi pada pengurangan sampah rumah tangga.

Baca Juga:   Awak Kapal Asing Sakit di Selat Badung, SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Medis

Melalui pelatihan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami bahaya membuang minyak jelantah sembarangan, tetapi juga mengetahui cara memanfaatkannya menjadi produk bernilai guna. Melalui pengetahuan yang didapatkan para siswa diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Selain dampak terhadap lingkungan, penggunaan minyak goreng yang dipakai berulang kali juga berisiko bagi kesehatan. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan minyak jelantah tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian alam, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ketua Komunitas Laksana Becik, Putu Resa Kertawedangga mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Menurutnya, siswa dan guru perlu memahami setiap limbah rumah tangga, termasuk minyak jelantah, memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi produk bermanfaat. “Dari kami, nantinya apa yang sudah kita sampaikan kepada siswa maupun guru, agar bisa diterapkan dalam keseharian,” ujar Resa usai memberikan pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelantah.

Baca Juga:   Bupati Badung Bersama Gubernur Bali Dampingi Menteri LH Tinjau TPS 3R di Badung

Ia menambahkan, program edukasi seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah di Bali. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah rumah tangga yang benar.
Sementara itu, Kepala SDN 11 Jimbaran, AA Ayu Siti Andari, S.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada komunitas Laksana Becik atas inisiatif dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Ia menyebut, kegiatan seperti ini sangat membantu pihak sekolah dalam memperkuat karakter peduli lingkungan di kalangan siswa.

Baca Juga:   Pemkab Badung Genjot Finalisasi PKS Pemanfaatan Lapangan Lagoon Benoa

“Kami berterima kasih kepada komunitas Laksana Becik karena telah mengedukasi siswa bagaimana memanfaatkan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, sehingga bisa dibuat menjadi barang yang bermanfaat seperti lilin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ayu Siti Andari berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Ia menilai, praktik langsung membuat lilin dari minyak bekas menjadi pembelajaran konkret yang bisa memotivasi siswa untuk terus berkreasi dan peduli terhadap lingkungan.

“Anak-anak merasa senang dapat praktik langsung membuat lilin sehingga mereka mendapat pengalaman belajar yang nyata. Terima kasih Laksana Becik, semoga bisa terus mengabdi untuk lingkungan yang bebas dari pencemaran, khususnya minyak jelantah,” ujarnya didampingi Luh Sutari Yani, S.Pd.SD, selaku guru kelas 6 sekaligus Ketua Tim Pengembang Sekolah. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini