
balibercerita.com –
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar terus menggenjot perluasan perlindungan bagi para pekerja di Bali. Hingga pertengahan 2026, jumlah peserta aktif tercatat mencapai sekitar 664 ribu orang, dengan target meningkat menjadi 800 ribu peserta pada akhir tahun.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Adventus Edison Souhuwat mengatakan, capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran pekerja akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Posisi saat ini kurang lebih ada 664 ribu peserta aktif. Target yang kami harapkan tahun ini sekitar 800 ribu peserta,” ujarnya.
Dari total peserta aktif tersebut, terdiri atas pekerja formal, pekerja bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal, pekerja migran Indonesia (PMI), serta tenaga kerja sektor jasa konstruksi. Adventus menjelaskan, jumlah pekerja formal saat ini mencapai sekitar 300 ribu peserta, sementara pekerja sektor informal atau BPU berada di kisaran 200 ribu peserta. Selain itu, terdapat sekitar 65 ribu PMI yang telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan sisanya berasal dari sektor jasa konstruksi.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan kepesertaan dari kalangan pekerja informal yang jumlahnya sangat besar dan tersebar di berbagai sektor usaha. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah guna memperluas cakupan perlindungan pekerja melalui program Universal Coverage Jamsostek (UCJ).
“Dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kota Denpasar sangat luar biasa. Tahun ini juga ada dukungan untuk memperluas perlindungan pekerja, khususnya sektor informal,” katanya.
Saat ini, capaian Universal Coverage Jamsostek di Kota Denpasar telah mencapai 50,6 persen. Sementara, secara keseluruhan, tingkat cakupan perlindungan pekerja yang menjadi target BPJS Ketenagakerjaan berada di angka sekitar 54,28 persen.
Adventus optimistis, dengan sinergi yang terus diperkuat bersama pemerintah daerah, target peningkatan kepesertaan maupun cakupan UCJ dapat tercapai hingga akhir tahun. “Kami berharap dukungan yang diberikan pemerintah dapat membantu mempercepat pencapaian target Universal Coverage Jamsostek sehingga semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegasnya.
Perluasan kepesertaan ini dinilai penting mengingat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan jaminan saat terjadi risiko kerja, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya di masa depan. (BC5)

















