Bali Paper Ink Buka Cabang Kelima, Padukan Temporary Tattoo dan Coffee Shop di Panjer

0
44
Bali Paper Ink
Grand opening Bali Paper Ink outlet Panjer. (ist)

balibercerita.com –
Bali Paper Ink kembali menambah kiprahnya di dunia lifestyle dan kreatif dengan membuka cabang kelima yang sekaligus menghadirkan konsep baru bertajuk Alonica Coffee, menggabungkan temporary tattoo dan coffee shop dalam satu ruang.

Tahun ini, brand lokal yang digagas Havidz Najjar bersama Mariana Idris itu mampu membuka dua cabang, dan menargetkan tiga cabang tambahan tahun depan di Nusa Dua, Gianyar, dan Sanur. Grand opening berlangsung meriah pada Minggu (28/12), dimulai dari sesi morning run yang diikuti 70–80 peserta.

“Hype running di Bali sedang bagus. Setelah lari biasanya anak-anak ngopi, jadi kami fasilitasi kopi gratis dan free temporary tattoo khusus peserta,” ujar Havidz.

Menariknya, Alonica Coffee menjadi pengalaman pertama Havidz terjun ke dunia F&B. “Tahun ini banyak belajar soal coffee shop. Kebetulan saya memang hobi ngopi,” katanya.

Baca Juga:   Masih Masa Pemulihan Pascaterjangkit DB, Armand Maulana Tampil Energik Bersama Gigi di Singaraja Fest 2023

Sebelumnya, Bali Paper Ink telah hadir di Legian, Canggu, Tuban, dan Pura Demak Denpasar. Perjalanan Bali Paper Ink bermula dari kost-kostan saat pandemi Covid-19. Havidz menjual temporary tattoo dari kamar, hingga antusias pembeli membuat area parkiran penuh dan memicu protes tetangga.

Kini, usaha ini tumbuh pesat dengan pembeli yang didominasi wisatawan hingga 70 persen, disusul warga lokal. Havidz sendiri memulai bisnis ini dari keresahan pribadi. “Dulu waktu mau tato, orang tua tidak mengizinkan. Ada stigma negatif. Karena tetap ingin, akhirnya saya cari alternatif, ketemu temporary tattoo, lalu mulai eksplor desain dan jualan,” jelasnya.

Bali Paper Ink kini menyediakan dua tipe ketahanan tattoo: satu minggu dan satu bulan, aman dari alergi karena menggunakan tinta berbahan buah. Produk ini bisa dipakai anak usia delapan tahun ke atas. Temporary tattoo yang ditawarkan dapat custom, namun dengan minimal order. Desain-desain Bali Paper Ink dibuat mengikuti tren, preferensi pelanggan, dan respons media sosial.

Baca Juga:   Tips Ringan Antisipasi Sepeda Motor Mati Saat Musim Hujan

Menariknya, bisnis ini tidak bersinggungan dengan tato permanen. Banyak seniman tato permanen justru membeli produknya, digunakan sebagai arsir awal sebelum klien membuat tato permanen. Bali Paper Ink bahkan kerap menitipkan produk di studio-studio tattoo. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp180 ribu, menjadikannya favorit di kalangan pelajar.

Saat ini, pembeli lokal meningkat signifikan, sejalan dengan lokasi Panjer yang dikenal sebagai pusat anak muda, kampus, dan deretan coffee shop. “Prospeknya naik, karena ini area anak muda dan gaya hidup berkembang,” kata Havidz.

Pada hari grand opening, Bali Paper Ink dan Alonica Coffee memberikan diskon 50 persen untuk semua item, menjadikannya momentum bagi pengunjung untuk sekadar nongkrong atau mencoba tattoo tanpa komitmen permanen. “Kami ingin tempat ini menjadi ruang nongkrong, berkumpul, sekaligus mengenalkan lifestyle temporary tattoo ke lebih banyak orang,” tutup Havidz.

Baca Juga:   Ride Electric IM Tyranno Mengaspal di Bali

Sementara, Marina Idris menjelaskan bahwa konsep store yang dibangun kali ini menggabungkan lifestyle temporary tattoo dan café, yang kemudian diberi nama Alonica Coffee. Ia berharap kehadiran store ini dapat membuat lebih banyak orang mengenal seni temporary tattoo dari usaha tato ini. Memasuki tahun keenam, Bali Paper Ink telah aktif mengikuti berbagai event, termasuk di Jakarta.

Menyongsong tahun ketujuh pada 2026, Marina menargetkan bisa membuka tujuh cabang di Bali. “Semoga usaha ini berjalan lancar, ada cabang baru, dan ke depan kami bisa mengeksplorasi lebih jauh hingga ke luar Pulau Bali,” ujarnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini