Bali Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Pekan Ini, Gelombang Laut Selatan Diprediksi Capai Empat Meter

0
1
Hujan
Ilustrasi hujan. (ist)

balibercerita.com –
Meski musim kemarau masih berlangsung, cuaca di Bali selama sepekan ke depan diperkirakan belum sepenuhnya cerah. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi masih ada potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi secara tidak merata di sejumlah wilayah Bali pada periode 27 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho mengatakan, kondisi cuaca secara umum didominasi cerah hingga berawan. Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan, terutama di wilayah Bali bagian tengah dan barat pada 27-30 Juli..”Sementara pada 31 Juli hingga 2 Agustus, potensi hujan ringan masih berpeluang terjadi secara tidak merata di sebagian wilayah Bali,” ujarnya, Senin (27/7).

Baca Juga:   Kejuaraan Bali Wushu Martial Art Games 2024 Jaring Bibit Atlet Wushu

BMKG mencatat suhu udara di Bali berkisar antara 20-31 derajat Celsius dengan kelembapan udara 65-85 persen. Angin umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 4-40 kilometer per jam.

Selain hujan, kondisi laut juga menjadi perhatian. Tinggi gelombang di perairan utara Bali dan Selat Lombok bagian utara diperkirakan berkisar 0,5-1,5 meter. Sementara di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, hingga perairan selatan Bali, tinggi gelombang dapat mencapai 3 meter pada awal pekan dan meningkat hingga 4 meter pada akhir periode prakiraan.

Baca Juga:   Sampah Kiriman Serbu Teluk Benoa, Cemari Perairan Tuban

Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi oleh suhu muka laut di sekitar Bali yang berkisar 26-29 derajat Celsius sehingga masih mendukung pembentukan awan konvektif. Selain itu, massa udara basah masih terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut yang mencapai 2 meter atau lebih di perairan utara Bali, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok, serta perairan selatan Bali.

Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku wisata bahari, diminta lebih berhati-hati sebelum beraktivitas di laut. Sementara, masyarakat umum diimbau menjaga kesehatan dan menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan mengingat cuaca panas dan paparan sinar ultraviolet masih cukup tinggi.

Baca Juga:   Denpasar Raih Predikat WBK dan WBBM 2025 dari Kemenpan RB

BMKG juga mengingatkan sektor pertanian untuk mulai menyiapkan penampungan air sebagai antisipasi musim kemarau serta menggunakan air secara bijaksana. Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah, terutama di dekat semak belukar, rumput kering, maupun kawasan hutan guna mengurangi risiko kebakaran lahan.

Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca maupun iklim ekstrem yang dikeluarkan BMKG sebelum melakukan aktivitas, terutama di wilayah pesisir dan perairan Bali. (BC5)