Asap Kebakaran Margaya Terasa hingga Legian, Warga dan Pelaku Usaha Sempat Panik Karena Asap

0
9
Kebakaran
Kepulan asap kebakaran di Margaya, Pemecutan Kelod, Selasa (1/9) siang. (BC5)

balibercerita.com –
Kepulan asap tebal dari kebakaran besar yang melanda kawasan Margaya, Pemecutan Kelod, Denpasar, sejak Senin (31/8) malam, turut dirasakan hingga Kelurahan Legian, Kabupaten Badung. Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan kawasan permukiman dan destinasi pariwisata tersebut membuat warga hingga pelaku usaha sempat diliputi kepanikan.

Lurah Legian, Putu Eka Martini mengatakan, lokasi kebakaran sangat dekat dengan perbatasan Legian. Kondisi tersebut membuat dampak kebakaran, terutama asap tebal, turut dirasakan masyarakat di sejumlah lingkungan di Legian. “Kalau kebakarannya sebenarnya masuk wilayah Denpasar. Cuma beberapa sebagian ada masuk di wilayah perbatasan antara Legian dan juga Pemecutan Kelod,” ujarnya.

Menurutnya, sejak sekitar pukul 23.30 Wita, petugas pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan. Sekitar 14 unit mobil damkar dikerahkan dan hingga Selasa (1/9) masih terdapat beberapa unit yang bersiaga di sekitar lokasi. Besarnya kobaran api dan kepulan asap membuat warga di Lingkungan Jatayu dan Nakula Legian, sempat panik. Pasalnya, kedua kawasan tersebut berada cukup dekat dengan titik kebakaran.

Baca Juga:   Di Badung, Vaksinasi Lengkap Capai 90,4 Persen

Dampak asap juga dirasakan hingga kawasan Dewi Sri. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu warga, tetapi juga menjadi perhatian mengingat Legian merupakan salah satu kawasan pariwisata yang banyak aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

Di tengah situasi tersebut, warga Lingkungan Jatayu turut bergerak membantu masyarakat yang terdampak kebakaran. Mereka mendatangi lokasi dan menyalurkan makanan serta sejumlah kebutuhan logistik kepada warga yang terdampak, yang sebagian besar berada di wilayah Margaya, Pemecutan Kelod.

Baca Juga:   Bibit Siklon Tropis 93S Mulai Aktif, BMKG Ingatkan Bali, NTB, dan NTT Waspadai Cuaca Ekstrem

Ia menyebut kejadian ini menjadi perhatian bersama karena lokasi kebakaran berada di kawasan perkotaan dan berdekatan dengan wilayah yang memiliki aktivitas pariwisata cukup tinggi. “Kejadian seperti ini sangat-sangat tidak kita harapkan karena mengganggu stabilitas dan kenyamanan wisatawan domestik maupun asing, termasuk warga kami yang ada di sekitar areal Jatayu maupun Nakula,” ungkapnya.

Kelurahan Legian sebelumnya sempat memberikan perhatian terhadap aktivitas pembakaran sampah di kawasan tersebut. Bahkan, komunikasi dan mediasi telah dilakukan sejak 2023 karena asap dari aktivitas pembakaran beberapa kali dirasakan hingga wilayah Legian. “Beberapa kali sudah sempat kita mediasi pertemuan di sini, tapi tidak menemukan solusi dan juga jalan keluarnya. Tapi itu terus kita lakukan sampai dengan terjadinya kebakaran hebat pada malam hari tadi malam,” jelasnya.

Baca Juga:   Gerakan Sosial Tanam Tuwuh Hadirkan Solusi Holistik Bagi Masyarakat Bali

Apabila ditemukan aktivitas pembakaran sampah, jajaran Kelurahan Legian bersama linmas juga telah memberikan teguran. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap warga dan pelaku usaha di kawasan sekitar.

Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga kawasan perbatasan. Terlebih, akses menuju lokasi kebakaran juga berkaitan dengan ruas jalan di wilayah Legian, seperti Jalan Jatayu dan Jalan Nakula. Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi sehingga aktivitas masyarakat maupun pariwisata di Legian tetap berjalan dengan aman dan nyaman. (BC5)