balibercerita.com –
Kepanikan terjadi di kawasan Dusun Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Senin (31/8) malam. Kebakaran melanda kawasan gudang rongsokan yang dihuni sejumlah warga dan dengan cepat membesar hingga merembet ke area lainnya. Luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai 4-5 hektare.
Hingga Selasa (1/9) siang, petugas gabungan Damkar Kota Denpasar dan Damkar Kabupaten Badung masih melakukan penanganan di lokasi. Banyaknya material rongsokan serta titik api yang berada di bawah tumpukan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu.
Informasi awal sempat menyebut kebakaran terjadi di Jalan Jatayu, Legian. Namun, informasi tersebut kurang tepat. Jalan Jatayu merupakan akses menuju lokasi kebakaran yang berada bersebelahan dengan kawasan tersebut. Sementara, titik kebakaran sesungguhnya berada di Banjar Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat.
Salah seorang warga, Sonisius Ngongo Dairo (23), menuturkan, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Sekitar pukul 23.00 Wita, api mulai membesar dan merembet ke bagian lainnya. Saat kebakaran terjadi, sebagian besar warga sedang tertidur. Situasi mendadak panik setelah terdengar teriakan warga dan api mulai mendekati tempat tinggal. “Semua pada tidur. Orang teriak. Jam 12 sampai 1 api sudah masuk ke kontrakan saya,” ungkap Sonisius.
Pria asal Sumba Barat yang bekerja sebagai sopir sampah tersebut mengatakan, api pertama kali terlihat dari arah bangunan di sisi timur. Kobaran kemudian meluas akibat hembusan angin cukup kencang dari arah barat. Sonisius menduga kebakaran kemungkinan dipicu korsleting listrik.
Sonisius telah tinggal di kawasan tersebut selama tiga tahun. Kontrakan yang ditempatinya ikut terbakar bersama barang-barang miliknya. “Saya tinggal di sini tiga tahun, kontrakan saya habis terbakar. Kerugiannya semua terbakar, pakaian semua. Yang bisa diselamatkan baju yang dipakai dan HP. Surat semua terbakar,” tuturnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Denpasar, I Made Tirana mengatakan, pihaknya menerima laporan awal kebakaran pada Senin, sekitar pukul 23.30 Wita. Informasi awal yang diterima menyebutkan kebakaran terjadi di wilayah Badung.
Tirana mengatakan, api sempat berhasil dipadamkan pada Senin malam. Namun, titik api kembali muncul pada Selasa pagi. Karena lokasi kebakaran berada di wilayah Denpasar, seluruh pos Damkar Kota Denpasar dikerahkan untuk melakukan penanganan. Damkar Kota Denpasar mengerahkan sekitar 12 unit kendaraan pemadam kebakaran serta dua unit kendaraan rescue. Penanganan dilakukan bersama Damkar Kabupaten Badung.
“Api sempat padam kemarin malam, tapi tadi pagi muncul lagi. Kebetulan wilayah kami di Denpasar sehingga semua pos kami luncurkan untuk memadamkan api itu. Dan sampai sekarang masih dalam penanganan,” katanya.
Tirana menyebut, luas kawasan terdampak diperkirakan mencapai 4-5 hektare. Kawasan tersebut menjadi lokasi aktivitas sejumlah pemulung yang mengumpulkan dan menyimpan barang-barang rongsokan. “Menurut informasi, ini ada beberapa pemulung-pemulung. Pemulung dan membuat gudang-gudang seperti ini. Gudang-gudang ini kebanyakan gudang untuk tempat sampah,” ungkapnya.
Di sekitar gudang terdapat sejumlah bedeng yang digunakan sebagai tempat tinggal. Namun, sebagian besar bedeng berada di bagian pinggir dan tidak terdampak langsung. Selain gudang rongsokan, dua unit kendaraan roda empat juga dilaporkan ikut terbakar. Total kerugian masih dalam pendataan.
“Kalau rumahnya bedengnya ada di sekitar. Ya bersyukur tidak terdampak. Tapi di dalam gudang itu mungkin ada beberapa yang tinggal di sana, tapi tidak semuanya. Yang kebanyakan sudah di pinggir, tidak terdampak. Yang terdampak ini hanya gudang-gudang sampah rongsokan,” katanya.
Proses pemadaman menghadapi kendala karena sejumlah titik api berada di bawah tumpukan material dan tertutup seng-seng bangunan. Untuk mengatasi kendala tersebut, petugas membutuhkan alat berat berupa ekskavator. Alat berat diperlukan untuk menggaruk dan mengurai puing serta tumpukan material yang berada di atas titik api, kemudian material tersebut disemprot air untuk memastikan bara benar-benar padam.
Alat berat nantinya dikerahkan dari Dinas PUPR Kota Denpasar, Dinas PUPR Kabupaten Badung, serta pemerintah desa. Dengan luas kawasan dan medan yang ditangani, proses penanganan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari.
Terkait penyebab kebakaran, Tirana mengatakan, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Ia juga memastikan hingga Selasa siang tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Astungkara dalam kebakaran ini, musibah ini tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung, D. Ngurah Bhayudewa menerangkan, lokasi kebakaran sesungguhnya masuk wilayah Denpasar, tepatnya di Dusun Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Keterlibatan Damkar Badung dalam penanganan merupakan bentuk kolaborasi antarwilayah. Belasan armada dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Bhayudewa mengatakan, laporan awal diterima dari masyarakat di Pos Kunti dan diteruskan kepada operator URC sekitar pukul 22.43 Wita. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 22.53 Wita dan mendapati kondisi api sudah cukup besar. “Tadi malam, kami dari Damkar Badung menerjunkan 14 armada atau mobil tangki pemadam kebakaran ke lokasi tersebut. Armada kita terjunkan dari 8 Pos Pemadam yang ada di masing-masing kecamatan, yakni pos induk (Puspem Badung), ITDC, BPG, Kunti, Majapahit, Dalung, Mengwi, Abiansemal, dan Petang,” jelasnya.
Penanganan kemudian dilanjutkan pada Selasa (1/9) siang. Damkar Badung kembali menerjunkan tujuh unit armada ke tempat kejadian kebakaran (TKK) untuk membantu proses pemadaman dan memastikan titik-titik api yang masih tersisa dapat ditangani. Hingga Selasa siang, petugas dari kedua wilayah masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Penanganan terus dilakukan secara bersama-sama guna mencegah api kembali membesar dan memastikan kawasan yang terbakar benar-benar aman. (BC5)

















