Pantai Melasti Jadi Saksi Kreativitas Anak Muda dalam Pelestarian Seni dan Budaya dalam Raksaka Festival

0
344
Pantai Melasti
Pengunjung saat melihat deretan ogoh-ogoh mini di Panggung Budaya Praharsacitta Pantai Melasti. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Panggung Budaya Praharsacitta, Pantai Melasti, Desa Ungasan, menguatkan identitasnya. Selain sebagai tempat pementasan tari kecak, Sabtu (24/5), amphitheater ini menjadi lokasi Raksaka Festival dan Lomba Ogoh-ogoh Mini Ungasan III yang digelar Karang Taruna Eka Karsa Desa Ungasan.

Ketua panitia, I Komang Handika Juli Artana menyampaikan bahwa Raksaka Festival menjadi panggung ekspresi dan pelestarian budaya Bali di kalangan generasi muda. Tujuan acara adalah memberikan wadah kepada generasi muda, khususnya di Badung Selatan, karena minat terhadap ogoh-ogoh mini ini sangatlah berkembang.

Untuk pelaksanaan tahun ini, animo peserta cukup tinggi dengan menampilkan 83 karya ogoh-ogoh mini dan tapel yang mengikuti lomba. Mereka berasal dari berbagai daerah di Bali, mulai dari Kabupaten Karangasem hingga Jembrana.

Baca Juga:   Pascabanjir, Pemkab Badung Gelar Upacara Pamahayu Jagat di Pantai Seseh

Raksaka Festival tahun ini mempertandingkan empat kategori yaitu kategori umum mesin, kategori umum non mesin, kategori STT se-Kecamatan Kuta Selatan, dan kategori pembuatan tapel Anak-anak (usia 10–15 tahun). Untuk kategori favorit yaitu kategori umum non mesin. “Tahun ini pesertanya membeludak, bahkan kami terpaksa membatasi slot karena tidak mampu menampung semua yang mendaftar,” ujarnya.

Salah satu terobosan tahun ini yaitu kategori pembuatan tapel anak-anak yang menyoroti proses kreatif para remaja dalam membuat topeng khas ogoh-ogoh. Penilaian dalam kategori ini dilakukan dengaj porsi 50 persen pengerjaan di rumah dan 50 persen diselesaikan langsung di lokasi lomba. Hal ini untuk memastikan kompetensi dan bakat anak dalam membuat tapel. Ada 3 juri yang melakukan penilaian yaitu Gusman Surya, Cenkcenk Beroo, dan Pasek Asta. Mereka merupakan seniman yang berpengalaman di bidang ogoh-ogoh.

Baca Juga:   Tiga Korban Banjir di Mengwitani Belum Ditemukan, Desa Adat Gelar Ritual Khusus

Ketua Karang Taruna Eka Karsa, I Gusti Agung Gede Suryadharma berharap melalui wadah ini generasi muda Bali dan generasi muda di Desa Ungasan dapat terus melestarikan seni dan budaya, khususnya untuk ogoh-ogoh mini. Ke depan, lomba tidak hanya dilaksanakan pada lomba ogoh-ogoh mini saja, namun dapat secara lebih luas lagi. “Kami berharap ke depan event Raksaka Festival ini bisa berkelanjutan dan bisa menjadi ajang festival untuk melestarikan seni dan budaya bali,” harapnya.

Baca Juga:   Pemkab Badung Siap Kucurkan Bantuan HUT Sekaa Teruna, Dianggarkan Masing-masing Rp20 Juta

Hal senada diungkapkan Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi pariwisata Bali, khususnya di Desa Ungasan. Kegiatan budaya seperti ini merupakan wujud nyata pelestarian adat, tradisi, seni, dan budaya. Apalagi dilaksanakan di tempat wisata seperti Pantai Melasti yang tentunya dapat menambah daya tarik wisata. “Kita berharap kegiatan ini bisa diinformasikan kepada kalangan yang lebih luas sehingga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini