Karya Agung 10 Tahunan di Kintamani, Bupati Adi Arnawa Ajak Jaga Danau Batur Sebagai Jantung Air Bali

0
5
Kintamani
Bupati Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9). (ist)

balibercerita.com –
Upacara keagamaan Danu Kertih serangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama digelar megah di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, Selasa (8/9). Karya di salah satu Pura Tri Kahyangan Jagat yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali ini dilaksanakan sebagai momentum penting untuk mendoakan kerahayuan, keselamatan, serta menjaga keharmonisan alam dan spiritual Bali.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa hadir mendampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta. Turut serta, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, dan Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang bersama-sama mengikuti prosesi sakral mendak tirta amertha dan mulang pakelem di tengah Danau Batur.

Baca Juga:   Unhi Kembangkan Inovasi Teba Modern untuk Kelola Sampah Organik, Gelar Aksi Bersih-bersih Kampus

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi mendalam kepada krama Desa Adat Songan atas pelaksanaan karya agung ini. Ia menegaskan bahwa ritual tersebut bukan hanya milik warga setempat, melainkan demi keharmonisan seluruh jagat Bali. “Puncak karya agung akan jatuh pada Saniscara Umanis Bala, 26 September 2026, bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat. Astungkara melalui pelaksanaan karya ini, Pulau Bali senantiasa gemah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Baca Juga:   Angkat Citra Endek Bali Melalui KTT G20 

Senada dengan Wagub Bali, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa turut memuji semangat gotong royong warga dalam menjaga kelestarian tradisi spiritual dan alam Danau Batur. Baginya, karya agung ini menjadi pengingat penting akan keseimbangan ekosistem (buana agung) dan spiritualitas (buana alit).

“Upacara Danu Kertih ini bukan sekadar ritual keagamaan rutin, melainkan wujud nyata penghormatan kita terhadap alam, khususnya Danau Batur sebagai jantung sumber air di Pulau Bali. Harapan kita bersama, melalui kesucian yadnya manca wali krama ini, Bali senantiasa dianugerahi kedamaian, kerahayuan, serta kelimpahan sumber daya alam yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat,” ungkap Adi Arnawa.

Baca Juga:   Sehari, Rata-rata Segini Umat yang Bersembahyang ke Pura Besakih Selama Karya IBTK

Jalannya karya keagamaan ini di-puput oleh yajamana karya, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun bersama Ida Istri Nata Nawa Wangsa dari Griya Kedhatuan Kawista, Banjar Munduk Ngandang, Desa Belatungan, Pupuan, Tabanan. (adv)