balibercerita.com –
Kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah Bali membuat kebutuhan air bersih semakin mendesak. Menjawab kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan. Hingga 25 Agustus 2026, sebanyak 340.000 liter air bersih telah didistribusikan oleh PMI.
Bantuan tersebut diberikan melalui 59 kali pelayanan yang menjangkau 16.236 jiwa dan tersebar di 10 desa/kelurahan di 6 kecamatan di 3 kabupaten yakni Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik, PMI mengerahkan personel di lapangan. Secara keseluruhan, data Posko PMI Bali mencatat 181 mobilisasi personel dalam layanan distribusi air bersih.
Pelayanan air bersih terdistribusi antara lain di Kabupaten Buleleng sejumlah 145.000 liter yang didukung oleh 40 personel PMI dengan 20 kali pelayanan. Di Kabupaten Jembrana, terdistribusi 130.000 liter air yang didukung oleh 89 personel dengan melaksanakan 26 kali pelayanan. Sementara, distribusi di Kabupaten Karangasem sejumlah 65.000 liter air bersih melalui 13 kali pelayanan dengan mengerahkan 52 personel.
Bantuan air tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah keterbatasan sumber air. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi dan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
Respons PMI juga tidak berhenti pada penyediaan air. Bersamaan dengan distribusi, PMI memberikan layanan promosi kesehatan kepada masyarakat terdampak. Hingga 25 Agustus, layanan tersebut telah menjangkau 4.934 jiwa melalui 27 pelayanan, dengan dukungan 126 personel PMI.
PMI Bali juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air. Air yang tersedia diharapkan diprioritaskan untuk kebutuhan utama seperti minum, memasak, kebersihan diri, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Di tengah pelaksanaan distribusi air bersih yang terus berlangsung, PMI juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Petugas Posko PMI Provinsi Bali, Galar Pahyuza Fadil menyampaikan bahwa respons kekeringan di Bali telah berlangsung sejak 15 Juli 2026 dan masih terus berjalan.
“Kendala di lapangan antara lain akses jalan yang sempit dan ekstrem pada beberapa pelayanan, meski demikian, distribusi air bersih berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, beberapa wilayah telah mencapai atau melampaui target distribusi, namun PMI tetap melanjutkan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan” imbuhnya di sela tugas di Posko PMI Bali. (BC10)



















