PMI Bali Kirim Dukungan Kemanusiaan bagi Warga Terdampak Gempa NTT 

0
4
Gempa NTT
PMI Provinsi Bali mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan untuk membantu warga terdampak gempa di NTT. (ist)

balibercerita.com –
Kepedulian dari Bali mengalir ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026. Data Palang Merah Indonesia (PMI) hingga 18 Agustus 2026 mencatat sebanyak 47.451 jiwa terdampak bencana, dengan 46.252 jiwa harus mengungsi.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 69 jiwa. Dampak gempa juga dirasakan pada berbagai fasilitas publik, mulai dari sekolah, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, rumah ibadah hingga bangunan usaha.

Merespons situasi tersebut, PMI Provinsi Bali mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan untuk membantu warga terdampak di NTT. Pemantauan kondisi dilakukan secara aktif melalui Posko PMI Provinsi Bali untuk memastikan perkembangan di lapangan terus terpantau.

Baca Juga:   COCO Social Fund Salurkan Bantuan Sosial di Desa Kediri Tabanan

PMI Provinsi Bali juga mendapat arahan dari PMI Pusat untuk mengirimkan personel guna memperkuat pelayanan kemanusiaan di lokasi terdampak. Salah satu personel yang telah diberangkatkan adalah Andi Wahyu Diatmika, staf Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali, yang bertolak menuju NTT sejak Sabtu (15/8).

Berdasarkan laporan Andi dari lokasi bencana, sebagian warga masih memilih untuk tidak kembali menempati rumah mereka karena kondisi yang belum sepenuhnya aman. Gempa susulan juga masih dirasakan sehingga masyarakat mengambil langkah antisipasi dengan mendirikan tempat perlindungan sementara.

Baca Juga:   Awalnya Lima Bulan, Perlindungan Ketenagakerjaan 5.000 Ojol Diperpanjang HDCI Jadi Tiga Tahun

“Untuk kondisi dilapangan terpantau masih sering terjadi gempa susulan sehingga banyak masyarakat yang memilih mendirikan tenda darurat di depan rumah sebagai antisipasi jika terjadi gempa kembali.” ucap Andi.

Dalam pelaksanaan respons kemanusiaan, PMI memberikan sejumlah layanan untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan mencakup evakuasi, asesmen kondisi di lapangan, pertolongan pertama, layanan ambulans, dukungan psikososial, penyediaan air bersih, hingga distribusi kebutuhan dasar.

“PMI terus mendukung masyarakat melalui evakuasi, assessment, pertolongan pertama, layanan ambulans, dukungan psikososial, penyediaan air bersih, dan distribusi kebutuhan dasar. Dukungan masyarakat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang masih berada dalam kondisi darurat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana” imbuhnya.

Baca Juga:   Jelang Galungan, Warga Banjar Penyarikan Nikmati Sembako Murah dan Daging Gratis

Kehadiran PMI Provinsi Bali di tengah situasi bencana di NTT menjadi bentuk solidaritas antarsesama. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan semangat bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Melalui pengerahan personel dan layanan kemanusiaan, PMI Bali berupaya memastikan warga terdampak gempa tidak menghadapi masa darurat seorang diri. Bantuan dari Bali menjadi wujud kepedulian sekaligus harapan agar masyarakat NTT dapat segera bangkit dan memulai proses pemulihan pascabencana. (BC10)