InJourney Salurkan Hampir 8 Ton Beras dan 69.740 Liter Air untuk Korban Gempa NTT

0
4
InJourney
Foto bersama saat penyerahan bantuan kepada warga korban gempa NTT. (ist)

balibercerita.com –
InJourney Group mengerahkan sumber dayanya untuk mengirim hampir 8 ton beras, puluhan ribu liter air minum, hingga obat-obatan dan perlengkapan pengungsian bagi masyarakat terdampak gempa NTT. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap berdasarkan hasil assessment kebutuhan di lapangan.

InJourney Group memprioritaskan empat kebutuhan utama, yakni pangan dan air minum, kesehatan, logistik tanggap darurat, serta kebutuhan kelompok rentan. Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman mengatakan, kecepatan respons menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh dukungan selama masa tanggap darurat. “Begitu kebutuhan di lapangan teridentifikasi, kami segera menggerakkan sumber daya InJourney Group untuk hadir dan memberikan dukungan,” ujar Herdy.

Dari hasil assessment, bantuan yang mulai dimobilisasi mencakup 7.950 kilogram beras dan 69.740 liter air minum. Selain itu, terdapat 378 dus mi instan, 96 dus susu UHT, serta berbagai bahan pangan seperti gula, minyak goreng, sarden, biskuit, sereal, kopi, dan teh.

Bantuan juga diarahkan kepada kelompok rentan. Sebanyak 865 kemasan popok bayi, 80 bungkus makanan bayi, serta 1.300 hygiene kit perlengkapan mandi turut disalurkan.

Baca Juga:   Nyepi dan Idul Fitri Berdekatan, Kemenag Bali Ajak Masyarakat Jaga Harmoni dan Toleransi

Untuk kebutuhan kesehatan, InJourney Group mengirim obat-obatan dan perlengkapan kesehatan dasar, antara lain paracetamol, obat gangguan pencernaan, vitamin, obat lambung, antiseptik, NaCl, balsem, minyak kayu putih, kasa, serta perlengkapan penyimpanan obat. Sementara, untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara, bantuan yang diberikan meliputi 10 terpal, 10 kasur, 50 bantal, dan 263 selimut.

Salah satu titik penyaluran berada di Dusun Leda, Desa Pangga, Kolang. Bantuan diberikan untuk mendukung 23 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan kini mengungsi secara mandiri di tenda.

Penyaluran juga dilakukan di Desa Golo Mori untuk 12 warga terdampak. Di lokasi tersebut, bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok dan logistik dasar selama masa tanggap darurat.

Mobilisasi bantuan turut melibatkan InJourney Airports Kantor Cabang Bandara El Tari (KOE) bersama relawan dari Port Maumere. Distribusi dipercepat melalui jalur laut dengan dukungan pengiriman gratis hasil kolaborasi bersama PELNI dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Maumere. Selain melalui jalur laut, bantuan dikirim menggunakan jalur udara melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, untuk mempercepat mobilisasi logistik menuju wilayah terdampak.

Baca Juga:   Semangat Gotong Royong Jimbaran: Bus Gratis Antar Umat ke Batur dan Besakih

Penyaluran bantuan dikoordinasikan melalui InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai PIC InJourney Group di NTT. ITDC berkoordinasi dengan Satgas BUMN Peduli di NTT melalui BRI dan Posko Bencana Labuan Bajo untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.

ITDC juga melakukan survei langsung ke sejumlah titik terdampak di sekitar Ring 1 Golomori, Manggarai Barat. Assessment tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas bantuan sekaligus menghindari penyaluran yang tidak sesuai kebutuhan. Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka mengatakan, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi agar bantuan dapat bergerak cepat dan tepat sasaran. “Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sejak awal kami mengedepankan koordinasi dan gotong royong,” ujar Troy.

Baca Juga:   Satpol PP Kuta Evakuasi WNA Lansia yang Sakit, Utamakan Penanganan Kemanusiaan

Menurutnya, InJourney Group menggerakkan seluruh entitas, sementara distribusi di lapangan dikoordinasikan bersama ITDC dan ekosistem BUMN. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat respons lebih cepat sekaligus mencegah bantuan tumpang tindih.

Tak hanya mengandalkan sumber daya internal, InJourney Group juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut membantu warga terdampak. Pada momentum kesenian rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sarinah, 17 Agustus 2026, dibuka donasi bagi masyarakat terdampak gempa NTT melalui kolaborasi bersama BRI.

Herdy mengatakan gerakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan solidaritas lebih luas. “Sekecil apapun dukungan yang diberikan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” katanya.

Bagi InJourney Group, respons tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Dukungan akan terus dikoordinasikan bersama pihak terkait agar dapat menjangkau masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan NTT secara bertahap. (BC5)