Danau Yeh Malet, Hidden Gem di Bali Timur yang Mulai Menampakkan Pesonanya

0
9
Danau Yeh Malet
Danau Yeh Malet. (BC5)

balibercerita.com –
Tak semua pesona Bali Timur berada di destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan. Di tengah kawasan perdesaan Banjar Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, terdapat sebuah danau yang menawarkan suasana tenang, alami, dan jauh dari hiruk-pikuk destinasi wisata populer.

Namanya Danau Yeh Malet. Lokasinya berada dekat dengan Jalan Raya Karangasem-Denpasar, dengan akses masuk di sebelah Banjar Yeh Malet. Danau ini berjarak sekitar 800 meter dari jalan raya. Meski tersembunyi di tengah desa, akses menuju kawasan danau relatif mudah. Begitu tiba, pengunjung akan disambut hamparan air yang dikelilingi perbukitan hijau.

Letaknya yang sedikit masuk ke kawasan permukiman membuat Danau Yeh Malet terasa seperti hidden gem. Bukan tempat dengan deretan atraksi atau keramaian wisatawan, melainkan ruang sederhana untuk menikmati suasana alam.

Baca Juga:   Animo Tinggi, Tahun Depan GWK Perbesar Lomba Ogoh-ogoh dan Tapel

Danau ini juga bukan bentukan alam biasa. Yeh Malet merupakan danau maar purba yang terbentuk dari aktivitas letusan freatomagmatik. Kawasannya diperkirakan memiliki luas sekitar 8 hingga 10 hektare. Namun, pesona tersebut sempat lama tak terlihat. Permukaan danau sebelumnya banyak tertutup eceng gondok dan gulma hingga hamparan air nyaris tak tampak.

Kondisinya mulai berubah setelah dilakukan normalisasi pada awal 2026 melalui kegiatan yang melibatkan TNI bersama masyarakat. Vegetasi yang menutupi permukaan danau mulai dibersihkan sehingga air kembali terlihat dan lanskap alam di sekitarnya perlahan terbuka. Perubahan itu membuat Danau Yeh Malet kembali menarik untuk dijelajahi.

Baca Juga:   Nusa Dua Tawarkan Promo Menarik Selama Libur Nataru

Salah satu bagian yang cukup mencuri perhatian adalah dermaga kayu di tepian danau. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati hamparan air dengan latar perbukitan hijau yang membuat suasana terasa semakin asri.

Datang pada pagi hari bisa menjadi pilihan. Udara terasa lebih sejuk, suasana relatif tenang, sementara cahaya matahari membuat permukaan danau dan perbukitan di sekitarnya terlihat lebih hidup. Bagi pencinta fotografi, kawasan ini juga menawarkan banyak sudut alami. Tidak perlu mencari spot yang dibuat khusus. Pemandangan danau, perbukitan, dermaga kayu, hingga suasana perdesaan sudah cukup menjadi latar untuk mengabadikan momen.

Pengunjung juga bisa sekadar duduk santai di tepian danau atau memancing. Aktivitas sederhana tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan pengalaman menikmati alam tanpa harus terburu-buru.

Baca Juga:   Low Season Dimanfaatkan Benahi Kawasan, Pantai Melasti Siap Sambut Lonjakan Wisatawan

Meski mulai dilirik sebagai ruang rekreasi, Danau Yeh Malet masih menawarkan suasana yang nyaman dan tenang. Karena itu, wisatawan yang datang diharapkan ikut menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta turut merawat kawasan yang mulai kembali menunjukkan wajah alaminya.

Danau Yeh Malet kini seolah menemukan kembali identitasnya. Setelah lama tertutup eceng gondok, danau purba yang tersembunyi di tengah desa ini kembali memperlihatkan hamparan air dan perbukitan hijau. Bagi wisatawan yang ingin mencari suasana berbeda di Bali Timur, Danau Yeh Malet bisa menjadi pilihan sederhana untuk menikmati sisi Bali yang lebih tenang dan alami. (BC5)