balibercerita.com –
Pengelola Pantai Melasti memanfaatkan momentum low season untuk melakukan pembenahan fasilitas dan penataan kawasan guna menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pada periode libur mendatang, khususnya Lebaran.
Manajer Pengelola Pantai Melasti, Wayan Karnawa mengatakan bahwa sejumlah perbaikan difokuskan pada peningkatan kenyamanan dan daya tarik kawasan. Di pintu masuk, pengunjung kini akan disambut patung kenari dan penampilan Tari Legong, sementara di beberapa titik dilakukan renovasi atap lokasi prewedding, perbaikan taman di sisi pantai dekat gapura candi bentar, serta penataan lanskap. “Perbaikan ini kami harapkan selesai sebelum Lebaran sehingga kawasan siap menyambut lonjakan kunjungan,” ujarnya
Selain penataan fisik, pengelola juga berencana menyiapkan titik foto baru dari area tebing serta penataan akses jalan agar kawasan semakin tertata dan nyaman bagi wisatawan. Namun hal ini dilakukan secara bertahap mengingat besarnya anggaran yang diperlukan.
Di tengah pembenahan tersebut, kunjungan wisatawan tetap menunjukkan tren positif. Pada 2025, jumlah kunjungan meningkat 7 persen dibandingkan 2024, terutama dari wisatawan mancanegara asal Australia, India, dan Swiss. Rata-rata kunjungan harian naik dari 2.500 menjadi 2.700 orang, dan saat akhir pekan dapat mencapai 6.000 orang.
Pihaknya juga mencatat lonjakan kunjungan saat libur Imlek yang mencapai sekitar 7.000 orang per hari selama beberapa hari. Sebaliknya, selama bulan puasa terjadi penurunan signifikan hingga 50 persen, dari rata-rata 3.000 menjadi sekitar 1.700 pengunjung per hari, yang juga dipengaruhi faktor cuaca.
Atraksi budaya tetap menjadi andalan, khususnya pertunjukan tari kecak dan sajian musik tradisional Bali. Wacana kolaborasi tari kecak masih dikaji dengan tetap mengedepankan pelestarian budaya desa setempat. Meski akses menuju kawasan masih diwarnai kemacetan, pengelola berharap rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan oleh pemerintah daerah dapat memperlancar arus wisatawan ke Pantai Melasti.
Untuk 2026, pihaknya menargetkan peningkatan kunjungan kembali sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pembenahan fasilitas dan penataan kawasan yang terus dilakukan. Saat ini tarif tiket masuk ke kawasan masih berlaku sama dibandingkan tahun sebelumnya.
Ke depan, peningkatan tarif akan dilakukan disesuaikan dengan penataan fasilitas di dalam kawasan. “Jadi harus balance agar layak dan nyaman. Ketika ada peningkatan fasilitas, tentu wajar meningkatkan tarif,” imbuhnya. (BC5)















