
balibercerita.com –
Bali tak lagi hanya dipandang sebagai destinasi wisata internasional. Di tengah berkembangnya ekosistem teknologi dan Web3, Pulau Dewata mulai dilirik sebagai salah satu daerah potensial bagi pertumbuhan komunitas aset digital di Indonesia. Potensi tersebut terlihat dari digelarnya kegiatan Built for You Bali yang diinisiasi BTSE Indonesia di Jimbaran pada Rabu (19/8) lalu.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan sekaligus edukasi bagi komunitas lokal untuk memahami perkembangan aset kripto, regulasi, hingga pentingnya manajemen risiko dalam berinvestasi. Perhatian terhadap ekosistem aset digital di Indonesia sendiri terus meningkat. Dalam Global Crypto Adoption Index 2025, Chainalysis menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh dunia dalam adopsi kripto akar rumput.
Sementara, Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 mencatat hampir 20 juta investor kripto di Tanah Air. Pertumbuhan itu juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Mei 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 22,40 juta, meningkat 3,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat Rp23,01 triliun.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Bali dinilai memiliki posisi strategis. Selain menjadi destinasi wisata dunia, Bali memiliki komunitas kreatif dan teknologi yang cukup beragam serta menjadi tempat bertemunya pelaku blockchain dan Web3 dari dalam maupun luar negeri.
Kehadiran Coinfest Asia 2026 turut memperkuat posisi tersebut. Event Web3 yang mempertemukan institusi, builder, trader, investor, pengembang hingga komunitas itu dinilai menjadi momentum untuk memperluas pemahaman mengenai perkembangan teknologi dan aset digital.
SVP Marketing BTSE Indonesia, Rieka Handayani mengatakan, pemilihan Bali sebagai salah satu lokasi community meetup tidak terlepas dari karakter komunitasnya yang dinilai relatif siap mengikuti perkembangan industri kripto dan Web3. “Kita melihat Bali ini bukan cuma international destination wisata. Di sini perkembangannya seperti teknologi, komunitas Web3, bahkan ada blockchain juga,” ujar Rieka.
Menurutnya, paparan masyarakat Bali terhadap wisatawan mancanegara turut membuat komunitas lokal lebih familiar dengan perkembangan industri digital global. “Bali termasuk yang paling ready dari segi komunitasnya. Masyarakatnya juga lebih matang karena sudah terpapar turis-turis dari luar dan lebih mengenal industri ini sebelumnya,” katanya.
Melalui Built for You Bali, BTSE Indonesia tidak hanya memperkenalkan platformnya, tetapi juga membawa pesan mengenai pentingnya literasi sebelum masyarakat mengambil keputusan di pasar aset digital. Diskusi dikemas dalam suasana santai dengan membahas perkembangan aset digital, regulasi terbaru, manajemen risiko, hingga berbagai fitur dan program BTSE Indonesia.
Rieka menyebut, jumlah pengguna BTSE Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 15.000 dan mendekati 16.000 pengguna sejak Juli. Jumlah tersebut ditargetkan dapat meningkat hingga dua kali lipat sampai akhir tahun.
Untuk Bali, BTSE Indonesia berharap pertumbuhan pengguna dapat menjadikan Pulau Dewata sebagai salah satu basis pengguna terbesar setelah Jakarta dan Surabaya. “Kalau untuk Bali, mudah-mudahan jadi kota kita yang ketiga. Sejauh ini masih dikuasai kota besar di Pulau Jawa. Surabaya, Jakarta masih menjadi pengguna kita yang paling besar sekarang,” ujarnya.
Namun, pertumbuhan pengguna dinilai perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap risiko. Rieka mengingatkan masyarakat agar melakukan transaksi melalui platform yang legal serta memahami aset yang dibeli sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, pasar kripto memiliki karakter perdagangan selama 24 jam dengan pergerakan harga yang fluktuatif. Karena itu, keputusan investasi tidak semestinya hanya didasarkan pada ajakan di media sosial atau keinginan memperoleh keuntungan secara cepat. “Kripto itu kita harus belajar, harus paham, bukan cuma jual beli. Kita harus benar-benar paham kita beli aset apa,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus membedakan aktivitas investasi kripto dengan praktik judi online. Menurut Rieka, transaksi aset digital seharusnya dilakukan berdasarkan pengetahuan mengenai aset dan analisis kondisi pasar, bukan sekadar mengandalkan keberuntungan.
Sementara, Chief Strategy Officer (CSO) BTSE Indonesia, Stephanie Kusnadi mengatakan, keberadaan Coinfest Asia di Bali menjadi salah satu momentum yang membantu proses edukasi kepada komunitas lokal. “Dengan adanya Coinfest di sini, adopsinya lebih mudah dan lebih mudah juga menjelaskan ke komunitas-komunitas di sini. Mereka sudah mengerti apa itu kripto,” katanya.
Stephanie menambahkan, pertumbuhan komunitas Web3 di Bali perlu dibarengi peningkatan literasi, manajemen risiko dan penggunaan platform yang legal. Menurutnya, Bali mempertemukan komunitas lokal dengan percakapan Web3 global sehingga akses informasi yang mudah dipahami menjadi semakin penting.
Selain kegiatan tatap muka, BTSE Indonesia juga memperluas edukasi melalui rangkaian talkshow di dua radio lokal. Pesan yang dibawa menekankan bahwa aset kripto perlu ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang terukur, bukan jalan pintas mengejar keuntungan. Rangkaian Built for You sebelumnya telah menyambangi Solo, Semarang, Yogyakarta dan Salatiga, serta akan berlanjut ke sejumlah kota hingga akhir 2026.
Pesan mengenai pengelolaan risiko juga dihadirkan melalui kampanye Gebyar Merdeka BTSE Indonesia yang berlangsung 6–28 Agustus 2026. Mengusung tema “Deposit dan Trading, Raih Hadiah Spesial Kemerdekaan”, kampanye tersebut menghadirkan lima misi dengan mekanisme dan hadiah berbeda.
Salah satu ketentuannya mengharuskan dana yang digunakan peserta merupakan dana pribadi, bukan berasal dari utang atau pinjaman. Ketentuan tersebut menegaskan pentingnya menjaga agar aktivitas di pasar aset digital tidak mengorbankan kebutuhan pokok, dana darurat maupun menambah beban utang.
Peserta yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti kampanye setelah menyelesaikan KYC Level 1 dan melakukan pendaftaran melalui Campaign Centre. Total hadiah yang ditawarkan mencapai Rp100 juta*, mulai dari USDT, BTSE Cash, iPhone 16 128 GB, Garmin Forerunner hingga hadiah utama iPhone 17 256 GB. (BC5)


















